Semua Anak adalah Bintang
Bismillaah
Waktu terus berputar, hari demi hari terus berganti, menjalani kehidupan di dunia pun terasa semakin menyusahkan, apalagi bila kita jauh dari Tuhan, naudzubillah.
Diri terus tumbuh dan berkembang, sejak dari kandungan hingga usia remaja, kebanyakan dari kita masih merepotkan orangtua, bersyukurlah mereka yang masih bisa bermanja mesra dengan para orangtua.
Pada saatnya tiba, ada masa dimana kita sangat menginginkan bisa membimbing para buah hati, itu sudah menjadi kodrat ilahi. Sebelum masa itu tiba, alangkah bahagianya apabila kita sudah menyimpan tabungan ilmu pengasuhan yang bisa diterapkan. Bahagia menjadi para pemegang amanah.
Dari berbagai bahan bacaan maupun pelatihan yang pernah saya dapat, berikut sedikit tips bagaimana cara memperlakukan para amanah dengan penuh rasa tabah:
SEMUA ANAK ADALAH BINTANG
Seorang pembicara parenting pernah menceritakan suatu peristiwa dulu ketika kecil putri kecilnya bertanya tentang proses terjadinya adik di perut ibunya.
Beliau tidak menjawab langsung, ia mengajak putrinya
ke depan Video player mereka, dan menyetel film "Proses terjadinya
manusia" karya Harun Yahya. Saat melihat pergerakan ratusan juta sperma
berkompetisi secara sehat untuk memperebutkan dirinya menjadi "sang
juara" bertemu dengan satu telur.
Saat itu juga putri tersebut berkesimpulan "
berarti aku ini juara sejak di perut ibu ya".
Kalimat ini sungguh di luar dugaan beliau,
karena apa yang ditanyakan dengan kesimpulan yang anaknya dapatkan jauh dari
bayangan beliau waktu itu.
Maka, sejak saat itu Beliau lebih yakin lagi bahwa anak-anak yang terlahir ke dunia
merupakan anak-anak pilihan, para juara yang membawa bintangnya masing-masing
sejak lahir. Namun setelah mereka lahir, kita, orang dewasa yang diamanahi
menjaganya, justru lebih sering "membanding-bandingkan" pribadi anak
ini dengan pribadi anak yang lain.
BANDINGKANLAH ANAK-ANAK KITA DENGAN
DIRINYA SENDIRI, BUKAN DENGAN ANAK ORANG LAIN
Jadi kalimat yang harus sering kita keluarkan adalah,
"Apa bedanya kakak 1 tahun yang lalu
dengan kakak yang sekarang?"
bukan dengan kalimat "Mengapa kamu
tidak seperti si A, yang nilai raportnya selalu bagus?"
"Mengapa kamu tidak seperti
adikmu?" Kita, orang dewasa yang dipercaya untuk melejitkan "mental
jawara" anak, justru lebih sering memperlakukan mereka menjadi anak
rata-rata, yang harus sama dengan yang lainnya.
MEMBUAT GUNUNG, BUKAN MERATAKAN
LEMBAH
Ikan itu jago berenang, jangan habiskan
hari-harinya dengan belajar terbang, agar ia sepintar burung.
Seringkali kalau ada anak-anak yang tidak
menyukai matematika, kita paksakan anak untuk ikut pelajaran tambahan
matematika agar nilainya sama dengan anak-anak yang sangat menyukai matematika.
Ini namanya meratakan lembah. Anak akan menjadi anak yang rata-rata.
Burung itu jago terbang, apabila sebagian
besar waktunya habis untuk belajar terbang, maka dalam beberapa waktu ia akan
menjadi maestro terbang di bidangnya.
Anak yang terlihat berbinar-binar
mempelajari sesuatu, kemudian orangtuanya mengijinkan anak tersebut
menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari hal tersebut, maka kita
sedang mengijinkan lahirnya maestro baru. Ini namanya membuat gunung. Anak akan
memahami misi spesifiknya untuk hidup di muka bumi ini.
ENJOY, EASY, EXCELLENT, EARN
Kita sebagai orangtua harus sering
melakukan "discovering ability" agar anak menemukan dirinya. Dengan
mengajak anak kaya akan wawasan, kaya akan gagasan, dan kaya akan aktivitas.
Sehingga anak dengan cepat menemukan aktivitas yang membuat matanya
berbinar-binar, tak pernah henti untuk mengejar kesempurnaan ilmu, dan menjadi
hebat di bidangnya. Pendapatan itu adalah bonus dari kesungguhan 3 hal
tersebut.
ALLAH TIDAK PERNAH MEMBUAT PRODUK
GAGAL
Tidak ada anak yang bodoh di muka bumi
ini, yang ada hanya anak yang tidak mendapatkan kesempatan belajar dari
orangtua/guru yang baik, yang senantiasa tak pernah berhenti menuntut ilmu demi
anak-anaknya, dan memahami metode yang tepat sesuai dengan gaya belajar
anaknya.
ANAK-ANAK TERLAHIR HEBAT, KITALAH YANG
HARUS SELALU MEMANTASKAN DIRI AGAR SELALU LAYAK DI MATA ALLOH, MEMEGANG AMANAH
ANAK-ANAK YANG LUAR BIASA.
Rabbanaa Taqabbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami),
aamiin.
Wallahu 'alam bi showab
Semoga Bermanfaat.


Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat