Keliling Pantai Lintas Selatan Malang
Bismillaah
Segala puja puji hanya milik Allah subhanahu
wa ta’ala yang telah menciptakan segala makhluk untuk beribadah kepadaNya
semata.
Makhluk sempurna bernama manusia pun
tak luput dari perintah ini, bahkan Allah telah menyiapkan balasan bagi para
manusia yang bisa melaksanakanya. Tak tanggung – tanggung para manusia ini
dipersilakan untuk memilih mana balasan kekal yang diminatinya, tergantung pertolongan
yang datang kepada akalnya.
Bicara tentang makhluk, alangkah
sempurnanya bagaimana sang Khalik menciptakan segala pendukung kehidupan
manusia di dunia, apalagi yang bisa dinikmati dengan panca indra.
Alhamdulillaah, terlahir sebagai
manusia sempurna dari rahim wanita shalihah adalah suatu kenikmatan yang tak
bisa diungkap dengan kata – kata, ditambah lagi berbagai kenikmatan lainnya yang
datang tiba - tiba diluar perkiraan selama perjalanan hidup hingga sekarang ini.
Semoga saya bisa menjaga amanah ini sampai tiba waktunya kembali.
Salah satu nikmat tiba – tiba yang
mungkin bisa sedikit digambarkan melalui tulisan adalah kesempatan untuk
melakukan perjalanan ke pantai Malang Selatan. Asal tahu saja, meskipun terlahir
dan tetap berdomisili di Malang Selatan, sampai sekarang hanya tiga kali saja
saya melakukan perjalanan ke area Lintas Selatan Malang. Kebayangkan bagaimana
kupernya? Hehe.
Pertama kali ke pantai Selatan saat Sekolah Dasar di tahun 2005. Sebelum kenaikan
kelas sekolah saya mengadakan refreshing ke Pantai Balekambang khusus
untuk para peserta perkemahan. Dulu pantai Balekambang yang saya kunjungi masih
kumuh, banyak sampah disana – sini dan spot untuk berswafoto masih alami. Kalau
lihat di mesin pencarian sekarang, wajah Pantai Balekambang sudah dipercantik
dengan dibangunnya berbagai fasilitas pendukung. Dulu sih belum ada istilah
jalur lintas selatan, karena masih dalam masa pembangunan.
Kali kedua di tahun 2016, saya
diajak rombongan study visual sekolah untuk mengunjungi Pantai
Sendangbiru. Ini kali pertama saya menikmati kemulusan Jalur Lintas Selatan
yang telah dibuka di tahun 2006. Dugaan saya,
pantai ini memiliki banyak pasir seperti Pantai Balekambang. Ternyata diluar
dugaan, Pantai Sendangbiru yang menjadi tempat pemberhentian perahu nelayan ini
memiliki area pemandangan terbatas, karena berkelok – kelok dan banyak dibangun
tempat pelelangan ikan di sekitarnya. Namun, kalau mau pemandangan lebih, kita
bisa menuju Pulau Sempu dibalik bukit pembatas pantai ini, namun saya belum
diberi kesempatan ke pulau tersebut.
![]() |
| Pantai Sendangbiru |
Kali ketiga di tahun 2017 ini, saya berkesempatan
mengunjungi lima pantai sekaligus dalam sekali perjalanan. Yang lebih surprise
lagi, untuk kali pertama saya bisa ikut berkemah semalam di Pantai Gatra bersama
rombongan outbound sekolah. Terimakasih Sekolah Alam Generasi Rabbani
yang telah mengajak saya ke pantai dalam dua tahun terakhir ini.
![]() |
| Pantai Gatra |
Lima pantai
yang saya maksud adalah Pantai Tiga Warna, Pantai Clungup, Pantai Gatra, Pantai
Batu Pecah dan Pantai Rajaampat Mini yang berada di satu kawasan berdekatan sehingga
untuk mencapainya tinggal berjalan kaki menyusuri perbukitan yang ada. Menuju kawasan
kelima pantai itu saat ini tidak lagi lewat Goa China seperti
sebelum-sebelumnya, karena ditetapkan sebagai kawasan konservasi mangrove - Clungup
Mangrove Conservation - lokasi ini telah dikelola oleh kelompok masyarakat
yang peduli terhadap kelestarian dan penyelamatan lingkungan.
Berada di pesisir selatan Pulau Jawa
dan terletak di tepi Samudera Indonesia, secara administratif kawasan Pantai Tiga
Warna berada di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang,
Jawa Timur. Pantai Tiga Warna memang berada jauh kedalam dari jalan utama
menuju Sendangbiru, lokasinya memang agak tersembunyi dari keramaian tidak
seperti kondisi pantai-pantai lain yang tersebar di sepanjang garis pantai
Sendangbiru. Untuk sampai ke kawasan ini, saya harus berjalan menyusuri hutan mangrove kurang lebih satu jam perjalanan. Namun tenang, ada jasa ojek ditengah hutan bagi pengunjung yang ogah jalan-jalan.
Daerah yang terkenal dengan sebutan
The Heart of East Java ini meraih juara ke II nominasi Obyek Wisata Bersih
Terpopuler tepatnya.Sementara juara I diraih oleh Kampoeng Radja, Kota Jambi
Provinsi Jambi dan juara III disabet Pantai Sisi Serasan, Kabupaten Natuna,
Provinsi Kepulauan Riau.
Pantai Tiga Warna terpilih sebagai
venue wisata bersih dan populer. Penghargaan ini diarahkan oleh Sekretaris
Menteri Pariwisata, Ukus Kuswara, kepada Sekda Kabupaten Malang, Didik Budi
Muljono.
Sebagai informasi, Pantai Tiga Warna
dengan laut yang benar-benar seolah berbeda warna ini dikenal sebagai kawasan
konservasi terumbu karang, mangrove, hutan dan juga aneka keanekaragaman hayati
lainnya.
Bahkan, masuk ke wisata ini,
dibatasi maksimal 100 pengunjung saja. Setiap bawaan pengunjung, terutama
plastik dihitung sebelum masuk. Ketika wisatawan kembali, bawaan kembali
dihitung. Mengantisipasi dan memantau jika ada sampah yang dibuang sembarangan.
Pasalnya, di kawasan ini dilarang buang sampah sembarangan. Sehingga
kebersihannya terjaga. Biaya perjalanan yang dikeluarkan insyaallah tidak sebanding dengan keindahan alam yang
bisa dinikmati, belum lagi fasilitas pendukung lain yang menambah nikmat perjalanan ke pantai tersebut. Karena saya diajak cuma-cuma jadi kurang begitu tahu berapa nominal
pastinya, tergantung paket apa yang kita ambil. Apalagi sekarang banyak
bermuculan komunitas pemandu wisata yang bersaing menawarkan jasa wisata
terbaik.
Jadi kapan nih kalian jalan – jalan ke
Kabupaten Malang?
#onedayonepost
#nonfiksi
#reviewtempatwisata






4 komentar
Saya belum sempat travel ke malang.. Ini menjadi salah satu tempat yang harus dikunjungi saat travel nanti.
REPLYWah.. Di sepanjang malang banyak juga ya pilihan pantainya. Mantab. Terima kasih. Masuk wishlist nih kalo ke sana.
REPLYDitunggu kedatangannya kak
REPLYSemoga dimudahkankak
REPLYTerimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat