Polemik Negeri Palestina
Pengakuan
sepihak (Unilateral Decision) Amerika Serikat pada 6 Desember 2017,
bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel dan keputusan untuk memindahkan Kedutaan
Besar AS ke Yerusalem menimbulkan sejarah baru dalam polemik kedamaian di bumi
Palestina. Klaim tersebut sangat bertentangan dengan resolusi PBB dan hukum
internasional.
Desakan
Indonesia, bersama-sama negara-negara OKI, Liga Arab dan negara-negara GNB,
yang meminta Majelis Umum PBB menyelenggarakan "Emergency Special
Session General Assembly", diambil sebagai sikap terhadap langkah veto
AS di Dewan Keamanan PBB terhadap resolusi status Yerusalem pada 18 Desember
2017.
Melalui
resolusi yang telah disahkan di Majelis Umum PBB ini, kebijakan AS tidak sah
karena bertentangan dengan seluruh keputusan PBB sebelumnya dan meminta semua
negara tidak mengikuti atau mengakui langkah AS.
Meski
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghentikan bantuan
keuangan kepada negara yang menolak pernyataan AS soal pengakuan Yerusalem
sebagai ibu kota Israel, namun tetap saja sampai dengan hari ini kecaman serta penolakan terhadap pengakuan sepihak tersebut
masih terus berdatangan dari berbagai negara, terlebih Indonesia. Hal ini
sejalan dengan penegasan Dubes Dian di hadapan Sidang Majelis Umum PBB,
"Indonesia tidak akan pernah mundur sejengkal pun dalam memperjuangkan
kemerdekaan Palestina".
Sikap
pemerintah yang tegas tersebut patut didukung sebab kedamaian Palestina
merupakan tanggung jawab seluruh umat Muslim. Dukungan nyata lainnya juga telah
ditunjukkan dengan Aksi Bela Palestina pada 17 Desember 2017 di sekitar Tugu
Monas Jakarta. Inilah sedikit bukti bahwa rakyat muslim Indonesia masih mempunyai
kekuatan untuk ikut memberantas kebiadaban Zionis Israel, apalagi bila mengingat
sejarah peradaban Islam berawal dari Negeri Palestina, diantaranya :
Kiblat
Pertama Umat Islam
Masjidil
Aqsa yang berada di Negara Palestina merupakan kiblat pertama kaum muslimin. Ketika
perintah sholat diturunkan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan
para sahabatnya sholat menghadap Masjidil Aqsa. Setelah 16 bulan barulah
turunlah perintah Allah memindahkan kiblat dari Masjidil Aqsa ke Ka’bah.
عن البراء بن عازب رضي الله عنهما قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم
صلى نحو بيت المقدس ستة عشر أو سبعة عشر شهرا……
Artinya,
“Dari Bara’ bin Azib –radhiyallahu anhu- berkata, Rasulullah SAW sholat
menghadap Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan..(HR Bukhori Muslim)
Tempat
Isra’nya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
Isra’
dan Mi’raj merupakan peristiwa besar bagi umat Islam. Hal ini dikarenakan
setelah perjalanan ini umat Islam dibebankan kewjaiban sholat 5 waktu. Dan
Isra’ terjadi dari masjid yang pertama kali dibangun (Masjidil haram) menuju
masjid yang kedua dibangun dimuka bumi. Maka Rasulullah mengumpulkan dua
keutaman dan dua kemulian dari dua masjid ini.
Diriwayatkan
oleh Muslim, Dari Anas bin Malik, Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam berkata, “Saya diberi Buroq –Tunggangan berwarna putih, tingginya
melebihi keledai dan tidak setinggi bighol (Peranakan kuda dan keledai)dia
menaruh kakinya sejauh mata memandang (karena kecepatannya)- Saya menaikinya
hingga Baitul Maqdis kemudian saya mengikatnya di tempat para Nbi mengikatkan
tunggangannya. Kemudian saya memasuki majid dan sholat dua rekaat, kemudian
saya keluar…..(HR Muslim)
Satu dari tiga
masjid yang memiliki keutamaan terdapat disini.
Rasulullah saw. Juga bersabda: ” Shalat di
masjid al-haram lebih utama seratus ribu kali lipat dibandingkan shalat di
masjid lainnya, dan shalat dimasjidku (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali
lipat (dibanding shalat di masjid lainnya) dan shalat di masjid baitul maqdis
(masjid al-Aqsha) lebih utama limaratus kali lipat (dibanding shalat di masjid
lainnya)”. [diriwayatkan oleh at Thahawi]
Dari
Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. Bersabda: ”Tidak dianjurkan untuk melakukan
perjalanan kecuali menuju tiga masjid: masjid al-Haram, masjidku ini (masjid
Nabawi) dan masjid al-Aqsha”.[diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim]
MasyaAllah
Tidak
heran apabila kaum Zionis Israel beserta sekutunya selalu berusaha menguasai
Negara penuh berkah ini dengan jalan apapun. Hal ini merupakan suatu perkara
yang telah ada di dalam Al-Quran. Allah telah mengatur sedemikian rupa bahwa
turunan dari Bani Israil akan melakukan kerusakan untuk kedua kalinya di bumi
tersebut. Sehingga, apa yang sedang terjadi sekarang ini merupakan bukti nyata
kebenaran dari firman Allah Subhanahu wa ta’aala itu.
Allah
SWT berfirman, “Dan Kami tetapkan Bani Israil dalam Kitab itu, “Kamu pasti akan
berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri
dengan kesombongan yang besar,” (QS. al-Isra’: 4).
Namun, Allah telah menjanjikan
kepada mereka bahwa akan ada saatnya hamba-hamba Allah yang perkasa yang dapat
mengalahkan mereka.
Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman, “Maka apabila datang saat hukuman bagi
(kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu
hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan
itulah ketetapan yang pasti terlaksana,” (QS. al-Isra’: 5).
Oleh
karena itu, sebagai muslim khususnya dan warga berperikemanusiaan pada umunya sudah
sepatutnya kita turut serta andil untul mengembalikan kedamaian Negeri Palestina
dengan segala cara yang bisa kita lakukan.
Wallahu
alam bi shawab
#onedayonepost
#nonfiksi
#tantanganartikel2


Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat