Resolusi Gaya Hidupku
Setelah selesai mencoba menuliskan tantangan resolusi sehat 2018, kali ini akan kucoba menuliskan tantangan selanjutnya yaitu resolusi gaya hidup 2018, dengan memohon pertolongan Allah pastinya karena manusia hanya bisa berharap Allah yang Maha Menentukan.
Tidak jauh berbeda dengan resolusi sehat yang lalu, resolusi gaya hidupku di tahun 2018 dan tahun-tahun selanjutnya insyaallah kuarahkan untuk lebih meneladani segala aspek kehidupan Rasulullah shallaallahu alaihi wasallam sang suri tauladan.
Terkait gaya hidup, Rasulullah sudah mengajarkan bagaimana cara menjalani kehidupan di dunia yang sesuai dengan tujuan Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan manusia.
Berniat Untuk Ibadah
Dalam menjalankan suatu hal di dunia ini, baik untuk hal yang berbau modern ataupun konvensional semuanya harus dilandasi dengan niat ibadah kepada Allah.
Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku..”
(QS. Adz-Dzaariyaat:56)
Baik dan Pantas
Segala gaya yang dapat dilakukan dalam kehidupan harus berlandaskan pada dasar baik dan pantas, dalam arti harus sesuai dengan syariat, akal sehat, serta adat istiadat.
Halal
Segala hal yang dikenakan untuk menunjang gaya hidup harus bersifat halal secara hukum islam, serta baik atau tidak akan merugikan atau menyakiti siapa pun.
Tanpa Kebohongan
Kehidupan dalam Islam sangat dilarang mengandung kebohongan, semua orang harus memiliki kejujuran sebagai dasar utama dalam menjalani kehidupan duniawi.
Tidak Berlebihan
Gaya hidup islami juga melarang seseorang untuk bersikap berlebihan, sebab hal tersebut hanya akan merugikan diri sendiri dan orang orang disekitarnya. Allah tidak menyukai orang orang yang gemar memubadzirkan sesuatu.
Kesederhanaan hidup yang dipilih sekaligus kedermawanan Nabi dapat dilihat dalam sejumlah riwayat hadits berikut:
Nabi Hanya Memiliki Satu Mantel
Jubair bin Muth’im bertutur, ketika ia bersama Rasulullah saw, tiba-tiba orang-orang mencegat beliau dan meminta dengan setengah memaksa sampai-sampai beliau disudutkan ke sebuah pohon berduri. Tiba-tiba salah seorang dari mereka mengambil mantelnya. Rasulullah saw berhenti sejenak dan berseru, ”Berilah mantelku ini! Itu untuk menutup auratku. Seandainya aku mempunyai mantel banyak (lebih dari satu), tentu akan kubagikan pada kalian (HR. Bukhari)
Tetap memilih gaya hidup sederhana sebagai pilihan terbaik untuk menahan nafsu konsumtif dan pola hidup mewah yang dilarang agama itulah satu resolusi yang menjadi prioritasku saat ini, karena apa?
Karena kuingin segala hal yang kulakukan bernilai ibadah.
Misal nih, saat para teman suka berkumpul ria dengan dalih mempererat silaturahim, lebih baik puasa sunnah daripada ikutan kongkow-kongkow bersama mereka, selain hemat uang juga bisa dapat sehatnya, ibadah sedekah juga bisa terlaksana kan?
Apa salahnya jika ingin mempererat tali silaturahim dengan cara menghadiri kajian di masjid-masjid terdekat atau bakti penggalangan dana gitu saja kan lebih bermanfaat.
Nah, semoga resolusi ini tercatat sebagai pemberat timbangan amal shalih. Aamiin
Wallahu 'alam bi shawab
#onedayonepost
#tantangan
#resolusi2018

1 komentar:
Resousinya mantap, Zila. Semoa tercapai semua ya ^^
REPLYTerimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat