Tolak LGBT dengan Doa
Bismillaah
Pada penghujung tahun
2017 ini marak pemberitaan dan perdebatan mengenai LGBT (Lesbian, Gay,
Bisexual & Transgender) di Indonesia yang sangat mengkhawatirkan berbagai pihak.
Mulai dari
keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak memasukkan zina dan LGBT sebagai
tindak pidana setelah diketemukannya data ribuan anggota komunitas LGBT
Indonesia, sampai berita terbaru hari ini tentang diketemukannya sebuah buku
balita yang ditengarai bermuatan LGBT. Mirisnya, Kita juga menyaksikan ternyata
kerusakan moral ini dibela begitu gigih oleh sekelompok orang, dikampanyekan
secara terbuka dengan dana yang sangat besar.
Ketua Umum Lembaga
Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi ikut menyoroti kasus yang
tengah mencuat di tengah masyarakat tersebut. “Lesbian, Gay, Biseksual dan
Transgender (LGBT) merupakan kekejian orientasi seksual menyimpang yang akan
berdampak buruk bagi pelaku maupun korbannya. Dampaknya ialah merusak secara
psikis dan seksual. Kekejian orientasi seksual menyimpang, seyogyanya
terbayangkan bahwa seharusnya kita sepakati bersama sebagai salah satu bentuk
kejahatan psikis dan seksual, perilaku keji ini memang tidak mengakibatkan
cucuran darah, apalagi lepasnya nyawa dari raga. Namun kadar buruknya tidak
kalah dari kasus pembunuhan atau penganiayan. Dikarenakan kejinya perilaku tersebut.”
Ungkapnya saat konferensi pers di Jakarta Pusat.
Pakar hukum pidana,
Suparji Ahmad juga mengungkapkan bahwa penyakit menyimpang LGBT bukanlah murni
sebuah penyakit. LGBT sendiri secara manusiawi ditolak oleh tubuh dan bukanlah
termasuk dari penyakit bawaan DNA, melainkan karena lingkungan. Perilaku LGBT
dan perzinahan harus ditangani secara hukum. Namun sekarang ini tidak bisa
dipidanakan karena memang tidak ada kewajiban hukum yang bisa dilaksanakan
karena belum dibuat aturan.
“Ini penyakit yang
kemudian sengaja ditumbuhkan, karena perilaku-perilaku itu ada karena pergaulan
jadi ya memang tidak bisa kemudian dikategorikan semata-mata penyakit, tetapi
adalah berkaitan dengan sebuah perilaku moralitas, perilaku yang bertentangan
dengan dirinya, bertentangan dengan Sang Pencipta yang kemudian dalam tataran
kewajiban moral itu bisa ditarik menjadi menjadi sebuah kewajiban hukum,”
ungkap Suparji.
Mengutip kebenaran dari
pernyataan para pakar ini, cobalah kita kembalikan kepada kitab pedoman hidup
sepanjang masa. Kita bisa membuka kisah nyata tentang adzab bagi kaum Sodom
yang enggan mentaati seruan Nabi Luth Alaihissalam untuk meninggalkan
perbuatan keji tersebut.
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ إِذْ قَالَ لَهُمْ
أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ وَمَا
أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ
الْعَالَمِينَ أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ
مِنَ الْعَالَمِينَ وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ
لَكُمْ رَبُّكُم مِّنْ أَزْوَاجِكُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ
[الشعراء :١٦٠-١٦٦]
“Kaum Luth telah
mendustakan rasul-rasul, Ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka:
mengapa kamu tidak bertakwa?" Sungguh aku adalah seorang rasul kepercayaan
(yang diutus) kepadamu, (yang diutus) kepadamu, Maka bertakwalah kepada Allah
dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan
itu, upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semeta alam. Mengapa engkau
mendatangi jenis laki-laki di antara manusia, dan engkau tinggalkan istri-istri
yang dijadikan oleh Rabbmu untukmu, bahkan engkau adalah orang-orang yang
melampaui batas.” [QS. (26) Asy Syu’ara 160-166]
فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ مُّسَوَّمَةً عِندَ
رَبِّكَ ۖ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ [هود : ٨٢-٨٣]
"Maka ketika
datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (kami
balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan
bertubi-tubi, Yang diberi tanda oleh Rabbmu, dan siksaan itu tidaklah jauh dari
orang-orang yang dzalim.” [QS. (11) Huud 82-83].
Dilembaran Alquran
lainnya, Allah Ta’ala berfirman,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا
خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
“Maka apakah kamu
mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan
bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).
![]() |
| Tolak LGBT |
Lalu, masihkah kita cuek
bebek terhadap penyimpangan ini atau bahkan ikut mendukungnya? Naudzubillahimin
dzalik.
Mari kita bersama –
sama melakukan tindakan nyata untuk menolak penyimpangan ini paling tidak dengan
doa-doa terbaik kita, karena doa adalah senjata pamungkas yang terjamin
keampuhannya. InsyaAllah
Kami memohon kepada
Allah, agar selalu memberikan hidayah kepada kita semua akan perkataan dan
amalan yang mampu mendatangkan cinta dan ridhoNya. Tidak ada daya untuk
melakukan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk meninggalkan yang kemaksiatan
melainkan dengan pertolongan Allah. Aamiin.
Wallahu ‘alam bi shawab
#onedayonepost
#nonfiksi
#tantanganartikel1


Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat