Kaliwatu River
Akhirnya datanglah juga hari istimewa itu..
Ya ! Istimewa !!!
Ya ! Istimewa !!!
Kenapa, apanya yang istimewa , capek malah .... pusing ,
mual , gerah, memang sih menyenangkan , tapi itu sebentar , lebih banyak
sibuknya.
But it is no problem , i was enjoying to did it!!!
But it is no problem , i was enjoying to did it!!!
Hari itu , tepat nya 22 September 2015, Alhamdulillah saya
dapat mendampingi lagi kawan - kawan kecilku melaksanakan kegiatan
outbound...
Yah ... kegiatan yang menjadi agenda tahunan di " taman bermain " yang menjadi tempat " belajar "ku sekarang .
Sejak tahun kemarin , kegiatan yang menyenangkan ini dapat kunikmati.
Kali ini kesempatan kami untuk mengunjungi arena outbound di kaliwatu , batu.
Disini kami memilih kegiatan outbound + rafting..
Ini pertama kali saya merasakan seru nya bermain di kali dengan sebongkah karet yang melayang .
Yah ... kegiatan yang menjadi agenda tahunan di " taman bermain " yang menjadi tempat " belajar "ku sekarang .
Sejak tahun kemarin , kegiatan yang menyenangkan ini dapat kunikmati.
Kali ini kesempatan kami untuk mengunjungi arena outbound di kaliwatu , batu.
Disini kami memilih kegiatan outbound + rafting..
Ini pertama kali saya merasakan seru nya bermain di kali dengan sebongkah karet yang melayang .
Alhamdulillah ...
Itulah yang selalu ku benamkan dalam hati sejak seminggu sebelum hari itu.
Itulah yang selalu ku benamkan dalam hati sejak seminggu sebelum hari itu.
Meski kecemasan setia menghantui, tapi ini tak menjadi masalah , sebab kami yakin biidznillah semua akan berjalan lancar .
Dimulai pada pukul 06.00 wib , kami bersiap melakukan
perjalanan menuju tempat itu . Mulai dari ceklist kehadiran , barang
bawaan sampai pada persiapan selama perjalanan seperti minum anti mabok ,
penataan tempat duduk hingga menanyai satu persatu kawan yang ingin
buang air .
Tepat pukul 06.30 wib kami melakukan perjalanan , meski
sudah sering kalau berhubungan dengan naik kendaraan bawaannya parno
duluan. Apalagi bapak ibu pengantar , terlihat kalau mereka sudah berusaha sebaik mungkin dalam
mempersiapkan bekal serta selalu memanjatkan doa demi keselamatan buah
hati mereka.
Begitu juga dengan kami yang dipercaya sebagai pendamping, sebelum perjalanan kami biasakan agar kawan - kawan kecil kami. Memanjatkan doa keselamatan terlebih dahulu agar kelak mereka terbiasa mengingat kebesaran Alloh SWT sebelum melakukan apapun.
Begitu juga dengan kami yang dipercaya sebagai pendamping, sebelum perjalanan kami biasakan agar kawan - kawan kecil kami. Memanjatkan doa keselamatan terlebih dahulu agar kelak mereka terbiasa mengingat kebesaran Alloh SWT sebelum melakukan apapun.
Selama perjalanan , tergambar raut muka bahagia dari para
pandu ini. Diiringi musik kesukaan , mereka terlihat antusias menikmati
setiap putaran roda bis yang berjalan . Ada yang asyik menceritakan
perjalanan di masa lalu, asyik menyanyi kan lagu yang disetel , asyik
menikmati indahnya pemandangan yang terhampar, hingga ada yang asyik
meniti alam bawah sadar .
"Bunda, orang itu besar sekali "celetuk seorang siswa yang
melihat patung di tengah kota . Yuph , seperti inilah special moment
yang bisa membuat perjalanan ini terasa singkat.
Akhirnya kami sampai di arena outbound kaliwatu pukul 08.45wib
Kami disambut oleh tim pemandu dari penyelenggara . Kami langsung diarahkan untuk bersiap siap melakukan kegiatan . Setelah barang bawaan diposkan, kawan- kawan kecil ini diarahkan untuk melakukan apel pembukaan yang dilakukan sebelum kegiatan outbound dan rafting dimulai.
Saat apel berlangsung , dilakukan juga pembagian kelompok guna memudahkan pelaksanaan kegiatan selama sehari itu.
Pandu cilik ini diharuskan memilih nama kelompok sesuai nama hewan yang mempunyai suara keras
Mereka diharuskan menirukan gerak dan suara hewan yang dipilih saat pemandu memanggil nama hewan tersebut.
Masyaalloh, terlihat antusias sekali mereka , sampai-sampai ada yang bergerak merangkak saat menirukan gerakan hewan yang dimaksud.
Setelah kelompok terbentuk , mereka dibagi menjadi dua grup besar, dimana satu grup bersiap - siap melakukan kegiatan outbound dan grup lainnya diminta mempersiapkan diri untuk kegiatan rafting.
Ternyata tidak hanya mereka , kami sebagai pendamping juga dimohon untuk membagi kelompok , guna mendampingi mereka selama kegiatan . Saya terpilih untuk mendampingi kegiatan rafting dahulu, bersama kelompok pandu cilik yang sebagian besar perempuan .
Kami langsung diarahkan untuk memakai perlengkapan selama rafting yaitu helm dan pelampung setelah sebelumnya diberikan arahan oleh panitia.
Heboh, itulah kesan yang saya tangkap saat pemakaian alat penyelamat ini. Tidak sedikit dari kawan cilik kami yang kesusahan saat memakainya. Ada yang merasa pelampung nya kekecilan , helm nya kebesaran ataupun sebaliknya . Tapi , para pemandu tetap sabar dalam mengarahkan kami.
Kami disambut oleh tim pemandu dari penyelenggara . Kami langsung diarahkan untuk bersiap siap melakukan kegiatan . Setelah barang bawaan diposkan, kawan- kawan kecil ini diarahkan untuk melakukan apel pembukaan yang dilakukan sebelum kegiatan outbound dan rafting dimulai.
Saat apel berlangsung , dilakukan juga pembagian kelompok guna memudahkan pelaksanaan kegiatan selama sehari itu.
Pandu cilik ini diharuskan memilih nama kelompok sesuai nama hewan yang mempunyai suara keras
Mereka diharuskan menirukan gerak dan suara hewan yang dipilih saat pemandu memanggil nama hewan tersebut.
Masyaalloh, terlihat antusias sekali mereka , sampai-sampai ada yang bergerak merangkak saat menirukan gerakan hewan yang dimaksud.
Setelah kelompok terbentuk , mereka dibagi menjadi dua grup besar, dimana satu grup bersiap - siap melakukan kegiatan outbound dan grup lainnya diminta mempersiapkan diri untuk kegiatan rafting.
Ternyata tidak hanya mereka , kami sebagai pendamping juga dimohon untuk membagi kelompok , guna mendampingi mereka selama kegiatan . Saya terpilih untuk mendampingi kegiatan rafting dahulu, bersama kelompok pandu cilik yang sebagian besar perempuan .
Kami langsung diarahkan untuk memakai perlengkapan selama rafting yaitu helm dan pelampung setelah sebelumnya diberikan arahan oleh panitia.
Heboh, itulah kesan yang saya tangkap saat pemakaian alat penyelamat ini. Tidak sedikit dari kawan cilik kami yang kesusahan saat memakainya. Ada yang merasa pelampung nya kekecilan , helm nya kebesaran ataupun sebaliknya . Tapi , para pemandu tetap sabar dalam mengarahkan kami.
Setelah siap semua, pandu diminta berbaris untuk memudahkan
pembagian perahu yang nanti akan mengangkut kami mengarungi aliran
sungai brantas.
Sambil menunggu mobil pengangkut , kami diajak foto bersama oleh pemandu .
Heemb, lagi lagi .... hebohhhhhh....
Sambil menunggu mobil pengangkut , kami diajak foto bersama oleh pemandu .
Heemb, lagi lagi .... hebohhhhhh....
Kurang dari 15 menit kami sudah sampai di arena garis start
rafting. Menurut informasi pendayung , kami akan diajak mengarungi
aliran Sungai Brantas sepanjang 6,5 km menggunakan
perahu karet yang sudah disiapkan oleh pihak penyelenggara . Setiap
perahu diisi oleh 3-6 peserta tergantung ukuran tubuh . Disini kembali
terjadi kehebohan , karena ternyata para pandu cilik ini banyak yang
takut kalau nanti tenggelam , hufh...
Untung nya para pemandu dengan setia memberikan arahan dan pendampingan ekstra bagi kami .
Untung nya para pemandu dengan setia memberikan arahan dan pendampingan ekstra bagi kami .
Kami para pendamping naik perahu di urutan terakhir setelah semua pandu cilik kelompok pertama sudah mulai menyusuri sungai .
Karena ada arahan tidak membawa barang apapun jadi kami tidak sempat mengabadikan moment special saat rafting berlangsung, namun dari pihak penyelenggara dan pihak sekolah telah disediakan jasa dokumentasi. Alhamdulillah .
Selama menyusuri sungai , terdengar suara teriakan dari perahu yang sudah melaju duluan, mereka terdengar menikmati sekali rafting kali ini. Bagaimana tidak, saat melewati kelokan sungai dengan arus yang deras, perahu terasa seperti akan terbalik , apalagi para pendayung sering melakukan gerakan gerakan supaya perahu bisa menabrak tebing. Rasanya... tegang , seperti terdakwa yang sudah pasrah menerima hukuman. Namun tetap mengasyikkan .
Karena ada arahan tidak membawa barang apapun jadi kami tidak sempat mengabadikan moment special saat rafting berlangsung, namun dari pihak penyelenggara dan pihak sekolah telah disediakan jasa dokumentasi. Alhamdulillah .
Selama menyusuri sungai , terdengar suara teriakan dari perahu yang sudah melaju duluan, mereka terdengar menikmati sekali rafting kali ini. Bagaimana tidak, saat melewati kelokan sungai dengan arus yang deras, perahu terasa seperti akan terbalik , apalagi para pendayung sering melakukan gerakan gerakan supaya perahu bisa menabrak tebing. Rasanya... tegang , seperti terdakwa yang sudah pasrah menerima hukuman. Namun tetap mengasyikkan .
Tak terasa sudah setengah perjalanan, disini kami
diberhentikan sebentar, sebab pendayung diwajibkan memberikan laporan
kepada pihak penyelenggara akan keselamatan penumpang.
Kejadian tak terduga terjadi, perahu yang saya tumpangi dibalik oleh sang pendayung. Sontak para penumpang langsung kebingungan , apalagi pandu cilik saya yang duduk sendirian bersama saya dan partner pendamping . Dia langsung gelagapan meminta pertolongan , meski dibawah pengawasan pendayung, dia tetap merasa shock menerima perlakuan seperti ini. Sampai sampai dia menggigil kedinginan dan berceletuk tidak mau lagi melakukan rafting . Melihat kejadian tersebut , partner pendamping yang berada di perahu lain langsung menyampaikan kritikan kepada para pendayung , agar lain kali kalau ingin memberikan kejutan tetap diberikan aba-aba sebelumnya, mengingat pandu cilik kami yang terlihat ketakutan .
Kejadian tak terduga terjadi, perahu yang saya tumpangi dibalik oleh sang pendayung. Sontak para penumpang langsung kebingungan , apalagi pandu cilik saya yang duduk sendirian bersama saya dan partner pendamping . Dia langsung gelagapan meminta pertolongan , meski dibawah pengawasan pendayung, dia tetap merasa shock menerima perlakuan seperti ini. Sampai sampai dia menggigil kedinginan dan berceletuk tidak mau lagi melakukan rafting . Melihat kejadian tersebut , partner pendamping yang berada di perahu lain langsung menyampaikan kritikan kepada para pendayung , agar lain kali kalau ingin memberikan kejutan tetap diberikan aba-aba sebelumnya, mengingat pandu cilik kami yang terlihat ketakutan .
Selang 15 menit perjalanan dilanjutkan hingga garis finish,
sebelum mencapai garis finish keresahan kami akan dokumentasi terbayar
sudah, sebab para dokumenter telah bersiap mengabadikan gambar melalui
jembatan yang terbentang di atas sungai . Terimakasih yah...
Sampai di garis finish , kami berpamitan dengan para
pendayung ,kami dan mereka saling menyampaikan permohonan maaf
sekaligus berterima kasih atas kegiatan hari ini.
Di atas sungai, mobil pengangkut sudah menunggu . Kami kembali ke tempat outbound melewati perumahan para warga sekitar,untuk mengurangi rasa dingin dan lelah setelah rafting, sesekali kami menikmati pemandangan yang terhampar luas di daerah tersebut .
Di atas sungai, mobil pengangkut sudah menunggu . Kami kembali ke tempat outbound melewati perumahan para warga sekitar,untuk mengurangi rasa dingin dan lelah setelah rafting, sesekali kami menikmati pemandangan yang terhampar luas di daerah tersebut .
Sampai di arena outbound , kami disuguhi konsumsi ringan
untuk mengurangi rasa lapar dan lelah. Sambil menunggu kelompok pandu
kecil yang belum selesai mengikuti kegiatan outbound .
Setelah semua berkumpul , kami semua diarahkan untuk menikmati hidangan makan siang yang sudah disediakan . Kami diminta membentuk antrean panjang sebelum menikmati hidangan. Heemb yummy....
Setelah semua berkumpul , kami semua diarahkan untuk menikmati hidangan makan siang yang sudah disediakan . Kami diminta membentuk antrean panjang sebelum menikmati hidangan. Heemb yummy....
Setelah itu , kami diarahkan untuk melakukan kegiatan
selanjutnya . Yakni pergantian posisi , dimana kelompok pandu perempuan
bersiap mengikuti outbound dan kelompok laki laki bersiap mengikuti
rafting dengan pendamping yang berbeda .
Sambil mengawasi para pandu yang sedang menikmati kegiatan outbound , kami para pendamping melakukan shalat dhuhur bergantian.
Dalam kegiatan outbound kali ini, pandu cilik diajak berbagai permainan yang bisa menumbuhkan kekompakan dan meningkatkan adrenalin, diantaranya bermain bambu tarik, cari jalan, konsentrasi kode, flying fox, jaring laba-laba dan masih banyak lagi.
Antusiasme mereka sedikit terganggu saat melakukan outbound uji nyali.
Dalam kegiatan outbound kali ini, pandu cilik diajak berbagai permainan yang bisa menumbuhkan kekompakan dan meningkatkan adrenalin, diantaranya bermain bambu tarik, cari jalan, konsentrasi kode, flying fox, jaring laba-laba dan masih banyak lagi.
Antusiasme mereka sedikit terganggu saat melakukan outbound uji nyali.
" bunda... takut jatuh" celetuk beberapa siswa saat diambil
dokumentasi. Namun secara keseluruhan mereka sangat menikmati acara
hari itu
Setelah satu setengah jam menikmati outbound, mereka
bergantian untuk membersihkan diri mempersiapkan shalat sekaligus
mempersiapkan kepulangan.
Disinilah salah satu peran utama pendamping. Kami
berkewajiban menjaga kesehatan dan keamanan barang bawaan para pandu
cilik ini. Dengan bahu membahu, kami membantu serta mengawasi mereka .
Sambil menunggu antrean , para pandu cilik ini beristirahat dan berkelana untuk memborong oleh - oleh khas kaliwatu.
Satu jam berlalu, kami kembali melakukan
persiapan kepulangan . Lelah, gerah, ngantuk mungkin itu yang dirasa
sebagian besar peserta ini .
Sebelum kepulangan kami diajak foto bersama sebagai kenangan terakhir di kaliwatu ini, sembari dari pihak penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada kami para pengunjung .
Tak lupa kami menyampaikan permohonan dan permintaan maaf balik kepada pihak penyelenggara , hal demikian juga digunakan sebagai pembelajaran kepada kawan kawan kecil kami kalau manusia tidak luput dari kesalahan .
Kami diantarkan oleh pemandu sampai menaiki bis masing masing . Sebelum melakukan perjalanan pulang kami melakukan pendataan ulang dan melakukan persiapan - persiapan seperti saat pertama pemberangkatan .
Sebelum kepulangan kami diajak foto bersama sebagai kenangan terakhir di kaliwatu ini, sembari dari pihak penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada kami para pengunjung .
Tak lupa kami menyampaikan permohonan dan permintaan maaf balik kepada pihak penyelenggara , hal demikian juga digunakan sebagai pembelajaran kepada kawan kawan kecil kami kalau manusia tidak luput dari kesalahan .
Kami diantarkan oleh pemandu sampai menaiki bis masing masing . Sebelum melakukan perjalanan pulang kami melakukan pendataan ulang dan melakukan persiapan - persiapan seperti saat pertama pemberangkatan .
Selama perjalanan , alhamdulillah kawan - kawan kecil kami agak tenang , sebab lebih banyak yang ketiduran.
Berbanding terbalik dengan para bapak ibu yang bersiap menjemput anandanua masing masing.
Lewat sosial media , mereka setia menanyakan perjalanan kepulangan kami . Ada juga yang menyempatkan diri meminta dokumentasi ananda selama kegiatan . Subhanalloh ...
Berbanding terbalik dengan para bapak ibu yang bersiap menjemput anandanua masing masing.
Lewat sosial media , mereka setia menanyakan perjalanan kepulangan kami . Ada juga yang menyempatkan diri meminta dokumentasi ananda selama kegiatan . Subhanalloh ...
Sesampainya di tempat pemberhentian , kami para pendamping
dengan sisa tenaga yang ada harus setia menunggu dan mengantarkan
kembali ananda kepada orang tua mereka masing masing.
Alhamdulillah semua kegiatan hari itu berjalan lancar dan menjadi sebuah cerita indah yang tak terlupakan bagi kami semua.
Alhamdulillah semua kegiatan hari itu berjalan lancar dan menjadi sebuah cerita indah yang tak terlupakan bagi kami semua.

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat