Kisah Hikmah dibalik penetapan awal Hijriyah
Manusia pada umumnya dan umat muslim pada khususnya mempunyai kewajiban mencari ilmu minal mahdi ilal lahdi agar dalam menjalankan ibadah bisa sempurna sesuai tuntunan rosul sehingga mendapatkan ridha Alloh SWT.
Abu hurairah pernah mengatakan bahwa Rosululloh SAW telah bersabda:
Siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu , Alloh mudahkan jalan menuju syurga.
Masih di awal tahun baru 1438 Hijriyah ini, kita gunakan waktu kita untuk muhasabatul nafsi( merenung), sebut saja kapan kita sempat merenungkan berapa kali kita benar-benar menikmati kehidupan kita di dunia!.
Merenung penting karena manusia dibatasi umurnya.
Sudah kah kita melaksanan perintah Alloh ?, sudahkah kita menjauhi segala larangan Nya ?.
Apabila kita merasa sudah beribadah tak ada ruginya kita ucap alhamdulillah. Apabila kita merasa masih mempunyai banyak kesalahan juga tak ada ruginya kita memperbanyak istighfar .
Maka dari itu saya berharap agar tulisan ini bisa kita jadikan renungan sekaligus bisa menjadi perantara kita menuju jalan syurgaNya.
-----------------------------------------------------
Alangkah bangga dan bahagianya apabila kita sebagai umat Islam bisa mengetahui sekaligus meneladani lika-liku kehidupan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama kebenaran.
Kali ini masih tentang shiroh ditetapkannya bulan Muharram sebagai awal tahun Hijriyah.
***
Khalifah Umar bin Khattab berinisiatif menetapkan 1 Muharram sebagai awal tahun Hijriyah setelah merenungkan akan keadaan pada waktu itu, dimana orang-orang kafir saat itu sudah memiliki penanggalan sendiri-sendiri, beliau memikirkan apakah umat islam bisa mempunyai tarikh sendiri sehingga bisa dikenang sejarahnya sampai hari kiamat. Kemudian beliau mengumpulkan para sahabat untuk memusyawarahkan perihal ini. Setelah para sahabat berkumpul, dimulailah tukar pendapat.
Usulan yang didapatkan macam-macam : ada yg mengusulkan diawali sejak turunnya Alquran yaitu waktu lailatul qadr .
Ada juga yang mengusulkan sejak lahirnya Nabi, bahkan ada yang berisik tahun Hijriyah dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Namun Umar tidak serta merta menerima usulan itu. Ia kembali merenungkan tidakkkah lebih baik tahun Hijriyah diawali sejak hijrah nya Rosululloh SAW dari Mekkah ke Madinah, dengan alasan bahwa hijrah itulah yang membedakan antara hak dan bathil sehingga patut untuk dijadikan tarikh. Sebab tidak dapat dipungkiri jika kemajuan Islam dimulai semenjak terjadinya hijrah.
Semenjak Nabi mendapatkan wahyu pertama, beliau diperintah oleh Alloh SWT untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada umat manusia. Beliau menyampaikan wahyu dengan bertahap sesuai petunjuk dari Alloh SWT. Disaat Rosululloh SAW menyampaikan wahyu secara terang-terangan, mulailah beliau dimusuhi orang kafir. Awalnya Nabi Muhammad SAW sangat dikagumi dikarenakan beliau memiliki sifat Al Amiin (dapat dipercaya), beliau juga tidak segan bergaul dengan kaum fakir miskin.
Namun saat Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rosul datangnya para musuh tak hanya dari masyarakat namun juga berasal dari kalangan keluarga. Rosululloh SAW memaklumi hal tersebut dikarenakan sejak zaman dulu para Rosul Alloh pasti mendapatkan musuh.
Selama kurun waktu 13 tahun Rosululloh SAW berdakwah, Ada ± 200 orang pengikut yang diyakini beriman kuat. Alloh menguji mereka dengan perintah hijrah tanpa berbarengan dengan sanak kerabat. Hal ini dikarenakan kaum Quraisy akan menghadang perjalanan mereka, sebab kaum Quraisy khawatir apabila Rosululloh SAW dan para pengikutnya akan menyerang kota Mekkah kelak. Para pengikut ini meninggalkan Mekkah dalam keadaan hanya boleh membawa iman.
Para sahabat ini memang terkenal akan ketangguhan imannya mereka berani bertaruh nyawa demi menegakkan panji-panji agama Islam.
Dikisahkan dalam perjalanan hijrah yang pertama terdapat seorang wanita tua yang bernama Ummu Syuraib Ad Dauli, beliau terpaksa berangkat hijrah sendiri dikarenakan tertinggal rombongan. Beliau harus berjalan kaki tanpa bekal apapun menempuh jarak ± 470 km dengan cuaca panas dingin yang sangat.
Saat di tengah perjalanan Ummu Syuraib bertemu pasangan suami istri Yahudi yang sedang menunggang unta. Terjadilah sebuah percakapan diantara mereka bertiga
"Siapa kamu?" tanya si istri.
"Aku umat Nabi Muhammad SAW!" jawab Ummu Suraim lantang.
"Dia ternyata seorang muslim. Tak perlu kita bantu dia, sebab dia telah menjadi musuh kita!" Tegas si suami pada istrinya.
Maka ditinggallah sendiri Ummu Suraim.
Di suatu tempat, pasangan ini membuat berkesempatan mendirikan sebuah perkemahan. Tak jauh darisitu terlihat Ummu Syuraib tersandar di sebuah batu tanpa bekal apapun. Disaat pasangan ini berkesempatan menyantap bekal mereka, Ummu Syuraib hanya bisa terbaring lemah menahan haus dan lapar. Ummu Syuraib tetap teguh pada pendiriannya.
Suatu ketika Ummu Syuraib mendengar suara gemerincing teko dari langit, Ummu Syuraib bisa minum dari teko itu sampai lega. Sejak itu beliau tidak pernah merasakan dahaga sedikitpun sepanjang masa perjalanan menuju Madinah.
Inilah bukti telaga nya Rosululloh SAW di syurga yang paling luas, yang akan diberikan pada ummatnya nanti di akhirat.
Diutamakan bagi para umat yang sering membaca shalawat.
Ketika umat sudah meneguk air telaga ini, dia tidak akan merasakan kehausan saat berada di padang mahsyar.
Itulah sedikit kisah hikmah yang bisa kita jadikan bahan renungan sedalam apa kita sudah menanamkan iman di dalam hati!.
Wallohu 'alam bi showab.
***
Salam fastabiqul khairat!
Bintu Darwis
17 Muharram 1438 H.
#OneDayOnePost

1 komentar:
Subhanallah,,,, trimakash mba ilmunya,,, semoga kta trmsuk org2 yg bsa mnikmati air telaga itu y mba,,, ammiinnn
REPLYTerimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat