Rebana
Akhirnya keangkuhan sudi melunak
Terpantik beribu getaran syahdu
Meski teramat susah
Tergantung masa-masa payah
Mengorek lubang nestapa
Mengangkat sebiji rindu
Menarik sepilin asa
Lalu melempar jauh setitik noda kebablasan
Pada masa itulah
Para fakir terkungkung penjara fatamorgana
Kelihatan indah memang
Namun terlalu jorok di dalamnya
Sang punggawa terus mengumbar nikmat
Sebelum Menebar jaring pencengkeram iman
Sang permaisuri terus menyiram tanaman busuk
Disertai pupuk penyubur dosa
Sedang sang pangeran menyaingi rumput kesholehan
Raja keabadianlah yang mengutus mereka
Dengan iming-iming mahkota semu belaka
Beruntung pengelana segera datang
Gigih menyuarakan irama kehormatan
Untuk menampik semua lara yang menghujam
Melepaskan para fakir dari kebiadaban
Berbekal sebuah rebana keindahan
Yang terus ditabuh sepanjang hayat

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat