Roda ambisi
Tertata rapi barang sedetik
Seharian penuh terombak ambik
Katanya sanggup menyiasati
Diri malah terkhianati
Bagaimana ingin berkuasa
Menghukumnya saja berpeluh asa
Bantuan kawan tak mungkin juga
Sebab kunci terkubur jelaga
Coba dulu kata mereka
Berharap bisa menghias suka
Tapi ranting sudahlah patah
Kiranya nihil dibuat jalah
Tak disangka datang sang bijaksana
Meski masih harus berleha-leha
Mengusap duka yang mengalir deras
Sisa paparan hati yang panas
Dirasa cukup kekebalan terisi
Mulailah ia menyiapkan misi
Menolong lawan berbenah diri
Semata agar mau bergulat lagi
Seperti itu putaran emosi
Mengikut roda sebuah ambisi

2 komentar
Waow 💐💐💐
REPLYWah... Roda ambisi
REPLYTerimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat