Berusaha Menjadi Baik
Jiwa manusia tidak akan baik kecuali jika dirinya mau mengintrospeksi diri
sendiri atau muhasabatun-nafs. Muhasabatun-nafs
dilakukan dengan cara bertanya kepada diri sendiri, merenungi, berkaca terhadap
aib dan kekurangan.
Di antara kunci keberhasilan muhasabatun-nafs adalah kejujuran dan pengakuan terhadap kekurangan yang ada pada diri. Kemudian memacu diri untuk mengadakan perbaikan, menjadi pribadi yang lebih baik.
Bagaimana memulai introspeksi diri?
Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:
"Hendaknya mulai dari perkara-perkara (perintah) yang wajib, apabila menjumpai kekurangan maka berusahalah untuk menutupnya. Kemudian perkara-perkara yang dilarang, jika sadar bahwa dirinya pernah mengerjakan yang haram maka tambahlah dengan taubat, istighfar dan perbuatan baik yang bisa menghapus dosa. Kemudian introspeksi diri terhadap perkara yang melalaikan dari tujuan hidup ini. Jika selama ini banyak lalai, maka hilangkanlah kelalaian tersebut dengan banyak berdzikir menghadap Allah Azza wa Jalla. Kemudian introspeksi diri terhadap anggota badan, ucapan yang keluar dari lisan, langkah kaki yang diayunkan, pandangan mata yang dilihat, telinga dalam hal yang didengarkan. Tanyakanlah dalam diri, apa yang saya inginkan dengan ini, untuk siapa saya kerjakan dan bagaimana saya mengerjakannya."
(Lihat kitab Ighatsatul Lahfan min Mashayidisy Syaitan, edisi Indonesia: Menyelamatkan Hati Dari Tipu Daya Setan).
Berjanjilah kepada diri sendiri untuk senantiasa berusaha menjadi baik dan bersungguh-sunguhlah di dalam mewujudkannya, insyaallah Allah akan membimbing dan menunjukkan kepada siapa saja yang berada di jalan yang lurus, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
و.َالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
"Dan orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Al-Ankabut: 69)
Di antara kunci keberhasilan muhasabatun-nafs adalah kejujuran dan pengakuan terhadap kekurangan yang ada pada diri. Kemudian memacu diri untuk mengadakan perbaikan, menjadi pribadi yang lebih baik.
Bagaimana memulai introspeksi diri?
Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:
"Hendaknya mulai dari perkara-perkara (perintah) yang wajib, apabila menjumpai kekurangan maka berusahalah untuk menutupnya. Kemudian perkara-perkara yang dilarang, jika sadar bahwa dirinya pernah mengerjakan yang haram maka tambahlah dengan taubat, istighfar dan perbuatan baik yang bisa menghapus dosa. Kemudian introspeksi diri terhadap perkara yang melalaikan dari tujuan hidup ini. Jika selama ini banyak lalai, maka hilangkanlah kelalaian tersebut dengan banyak berdzikir menghadap Allah Azza wa Jalla. Kemudian introspeksi diri terhadap anggota badan, ucapan yang keluar dari lisan, langkah kaki yang diayunkan, pandangan mata yang dilihat, telinga dalam hal yang didengarkan. Tanyakanlah dalam diri, apa yang saya inginkan dengan ini, untuk siapa saya kerjakan dan bagaimana saya mengerjakannya."
(Lihat kitab Ighatsatul Lahfan min Mashayidisy Syaitan, edisi Indonesia: Menyelamatkan Hati Dari Tipu Daya Setan).
Berjanjilah kepada diri sendiri untuk senantiasa berusaha menjadi baik dan bersungguh-sunguhlah di dalam mewujudkannya, insyaallah Allah akan membimbing dan menunjukkan kepada siapa saja yang berada di jalan yang lurus, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
و.َالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
"Dan orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Al-Ankabut: 69)


Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat