Tauhid
Bismillaah
Tauhid dari kata
wahida yang berarti satu atau Esa. Tauhid bukan sekedar meng-Esa-kan Allah atau menyakini Allah sebagai sang
pencipta, kalau hanya batasan itu iblis setan pun meyakini demikian, akan tetapi juga menjalakan perintah Allah dan meninggalkan apa yang Allah
larang.
Selain daripada itu pula tauhid adalah menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekuen dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap dan takut hanya kepadaNya. Jika kita sudah bisa merasakan keberadaan Allah maka kita akan meyakini bahwa tidak ada yang sia-sia apa yang telah Allah amanahkan pada kita, baik itu kebahagiaan atau ujian dan cobaan.
Selain daripada itu pula tauhid adalah menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekuen dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap dan takut hanya kepadaNya. Jika kita sudah bisa merasakan keberadaan Allah maka kita akan meyakini bahwa tidak ada yang sia-sia apa yang telah Allah amanahkan pada kita, baik itu kebahagiaan atau ujian dan cobaan.
Seseorang yang tauhidnya sudah kuat mengakar. Maka hidupnya akan tenang, ia
tidak akan risau dengan rezeki yang sudah Allah tetapkan, meskipun
demikian ia tetap ikhtiar maksimal. dia akan senantiasa berakhlaq mulia, karena
yakin Allah Maha melihat.
Ketauhidan tidak
selamanya di ukur dengan harta benda, namun dengan
ketenangan/keihlasan/ketawadlu'an/keistiqomahan sebagai seorang hamba.
Bagaimana cara
mengetahui kita sudah konsekuen di jalan Allah?
Cara mengetahuinya dengan merasakan apa ada ketergantungan kepada Allah, tidak mudah berburuk sangka, walau kepada Allah
pun tetap berbaik sangka,contoh mudahnya seperti Muhammad Ali seorang petinju yang kemanapun ia pergi selalu
membawa korek api, apabila ingin bermaksiat ia sulut 1 korek api dan ditempelkan ke kulitnya.
Lalu ia bilang: "kalau 1 batang saja saya tidak kuat menahan panasnya bagaimana
bila di neraka?"
Al-Qur’an dan
Sunnah banyak sekali mengungkap keagungan Allah. Seorang muslim yang ketika
dihadapkan dengan keagungan Allah, hatinya akan bergetar dan jiwanya akan
tunduk. Kekhusukan akan hadir mengisi relung-relung hatinya.
Resapi betapa agungnya Allah yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, yang memiliki nama-nama yang baik (asma’ul husna). Dialah Al-‘Azhim, Al-Muhaimin, Al-Jabbar, Al-Mutakabbir, Al-Qawiyyu, Al-Qahhar, Al-Kabiir, Al-Muth’ali. Dia yang menciptakan segala sesuatu dan hanya kepada-Nya lah kita kembali.
Jangan sampai kita termasuk orang yang disebut ayat ini, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi dan seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.” (Az-Zumar: 67)
Resapi betapa agungnya Allah yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, yang memiliki nama-nama yang baik (asma’ul husna). Dialah Al-‘Azhim, Al-Muhaimin, Al-Jabbar, Al-Mutakabbir, Al-Qawiyyu, Al-Qahhar, Al-Kabiir, Al-Muth’ali. Dia yang menciptakan segala sesuatu dan hanya kepada-Nya lah kita kembali.
Jangan sampai kita termasuk orang yang disebut ayat ini, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi dan seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.” (Az-Zumar: 67)
Wallahu 'alam bi shawab


1 komentar:
😫😫😫
REPLYTerimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat