Keramaian di Dunia Maya - Part 1
“Jadi artinya udah lolos? Makasih
kang” sorak Taufan sambil tertawa, seorang pria asal Cirebon yang mengaku
sebagai pengangguran yang masih kuliah ini mengawali pesan pertama yang masuk
ke handphone-ku setelah digabung dengan acara ini.
“Assalamu'alaikum, salam kenal, saya
Syahrul dari Bogor, Jawa Barat” sambung seorang pria menimpali.
“Salam kenal semuanya.Saya dari
Palangkaraya, Kalimantan Tengah.” Sahut seorang gadis.
“Wuahhh, Alhamdulillah dapet undangan masuk sini!”
celetuk seorang wanita sebelum akhirnya mengenalkan diri bernama Riovani domisili
di daerah Kupang.
Selang sedetik salah satu
penyelenggara turut memperkenalkan diri, “Salam kenal semuanya...Saya wiwid
dari Batam.”
“Kenalan yukk biar kenal” sambung
seorang wanita guru PAUD bernama Reisha yang berasal dari Bandung.
“Kenalan yukk biar kenal” tegur
Veniy sambil nyengir menirukan kalimat bu guru Rei. Veniy pun memperkenalkan
diri dari Pontianak dengan kesibukannya berjualan online sambil menulis.
“Kenalan yukk biar kenal sama saya” sapa
Lisa seorang pegawai swasta dari Medan
“Kenalan yukk biar kenal” balas Lutfi
seorang santri Asrama Rumah Muda Indonesia sambil cengar-cengir, asalnya dari
Jombang.
Sovia pun ikut mengulang perkenalannya,
katanya perkenalan yang dulu salah. Dia peserta paling muda di acara ini yang
berasal dari Palangkaraya, umurnya masih empatbelas tahun.
“Yuuuk..” Seru Yanyan seorang
pengajar di Banten menjawab sapaan dari peserta sebelumya
Tiba-tiba sapaan berulang lagi, “Kenalan
yukk biar kenal” kata Mursyid seorang pelatih panahan asal Soreang sambil
cengar-cengir juga.
Lagi-lagi sambil cengar-cengir
seorang penulis yang berdagang Seblak bernama Yoga pun ikut memperkenalkan
diri, ia berasal dari Bandung.
Baru kusadari, ternyata kalimat “Kenalan
yukk biar kenal” sambil cengar-cengir itu adalah format perkenalan yang ditiru
dari perkenalan sebelumnya.
Berikutnya ada perkenalan dari Zen
seorang mahasiswa asal Samarinda. Ada Syahrul seorang pengajar/scholarship
hunter dari Bogor. Disambung oleh Rina seorang mahasiswi/asisten penelitian asal
Purwokerto. Ahnan seorang santri asal
Tasikmalaya pun ikut kenalan dengan memberi salam terlebih dahulu lalu nyeletuk
“Kalau sudah kirim identitas boleh keluar grup enggak, ya?” disertai sebuah cengiran.
Perkenalan tetap berlanjut. Ada
Laila seorang Pengajar asal Sidoarjo. Ada Tya mahasiswa asal Bantul. “Maaf baru
belajar bikin blog jadi gak paham. Sering error, hehe” kata Atikah seorang
freelancer asal Depok. Ada Ulan seorang Mahasiswi asal Jakarta. “Mohon
bimbingannya...” kata Wakhid asal Jawa Tengah di akhir perkenalannya, ia bilang
sedang sibuk kerja keras. Ada Agil domisili Cirebon, berprofesi sebagai istri
dari 1 suami dan mama dari 1 putri. “Assalamualaikum, salam kenal semuanya dan
monggo mampir ke blog saya” sapa Nining seorang Karyawati di Surabaya.
“Kalau di ODOP 2, ada pak Parto...
Sudah sepuh, mungkin usia beliau 50 tahun lebih... tp semangat menulisnya luar
biasa... Angkat topi saya sama beliau...” tegas pencetus acara ini di akhir
malam Ahad itu.
Perkenalan ternyata masih berlanjut
sampai jam menunjukkan pukul 22.30 WIB. Namun, aku mulai mengantuk untuk tetap
menghadirinya. Kuputuskan untuk mematikan handphone dan menuju tempat
pembaringan. Malam itu, aku merasakan ada semangat baru yang membuat adrenalin
terpacu lebih kuat. Aku lega bercampur senang karena malam itu akhirnya hilang
sudah perasaan cemas setelah beberapa hari menunggu kepastian tugas yang sempat
kukerjakan untuk bisa mengikuti acara gratis namun banyak manfaat ini.
Ya, acara disebuah grup whatsapps
berjudul “PreODOP batch 4” sebelum akhirnya dirubah menjadi “ODOP batch 4
dikemudian hari. Acara yang pernah aku ikuti di grup serupa setahun yang lalu,
namun tidak sampai akhir dikarenakan sulitnya mengatur kesibukan dunia nyata
waktu itu. Sekarang aku mendapatinya lagi, dengan para penyelenggara yang
bertambah banyak dan para peserta yang menimbulkan semangat lebih yang berbeda
dari grup sebelumnya. Salah satunya, karena ada beberapa peserta di grup kali
ini yang jauh lebih muda dariku, juga yang jauh lebih tua melampauiku juga ada.
Berawal dari keisenganku meninjau
status whatsapp teman-teman dunia maya. Tibalah pada sebuah status yang menarik
perhatian, setelah terunduh buru-buru kubalas status itu untuk menanyakan
kebenarannya. Status tentang dibukanya grup one day one post batch 4 itulah
yang kutunggu-tunggu sampai sembilan bulan ini sejak keluarnya dari grup one day one post batch 3 yang pernah kuikuti
sebelumnya. Rasa kaget bercampur bahagia pun menyeruak seketika, sambil membaca
chat di beberapa grup lain aku menanti dengan perasaan cemas, berharap chat
yang baru saja kukirim terbalas dengan cepat. Ternyata harapanku tidak mulus,
sampai keesokan hari chat itu belum mendapat jawaban dari pemilik status, tapi
aku berkeyakinan kalau info yang disebar itu memang benar adanya.
Selang beberapa jam, terlihat
balasan dari kontak yang kutuju. Dia bilang, kalau info tersebut benar adanya dan
aku dianjurkan untuk segera menghubungi kontak salah satu penyelenggara untuk
mengisi format pendaftaran. Setelah kontak kuterima, langsung saja aku kirim
pernyataan minat mengikuti acara tersebut ke salah satu kontak yang ada. Lagi-lagi,
aku harus sabar menunggu, dengan cemas berharap pendaftaran belum ditutup.
Beberapa jam kemudian, terlihat
balasan dari kontak penyelenggara tersebut, belakangan kutahu kalau nama
pemilik kontak itu bernama Syakifa, makanya kenapa kontak itu dinamai Kifa.
Setelah menjawab pesanku, ia
langsung memberikan link berisi format pendaftaran untuk diisi dan sebuah link
tantangan sebagai pengikat bahwa peserta benar-benar ingin mengikuti acara
tersebut. Ia juga menjelaskan jika data sudah masuk, akan ada pesan balasan
bagi para peserta yang diloloskan.
Berdebaran lagi perasaanku mendapat
konfirmasi itu. Setelah format pendaftaran terkirim, seketika itu juga kukerjakan
tantangan yang diberikan. Ternyata tantangannya adalah para calon peserta harus
menuliskan apa yang diketahuinya tentang one day one post dan disebar di blog
masing-masing. Aku langsung kerjakan tugas tersebut karena sempat bergabung
dengan grup serupa, namun karena kata-kataku masih terbatas hanya beginilah
hasil yang bisa terkumpulkan https://zeelazeal.blogspot.co.id/2017/09/apersepsi-odop4.html
.
Bersambung ....


6 komentar
Waw... Dikumpul dimari... Jadi sejarah utk masa depan.. Keren.
REPLYAamiin
REPLYWaw..
REPLYKangeeen
Aku tak disebut. He he he.
REPLYga kenalan sih, hehehe peace. terimakasih sudah mampir
REPLYterimakasih udah BW kak
REPLYTerimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat