Keramaian di Dunia Maya Part 12
Narasumber : “Bagaimana kesan
teman-teman di odop untuk beberapa hari ini?. Oya, malam ini kita
saharing-saharing saja ya, baca beberapa karya teman-teman di blog, sepertinya
semuanya bukan penulis pemula bagus-bagus sudah tulisannya. Bertahan di odop
ini sebenarnya tidak mudah, maju mundur, maju mundur mau left tapi
sayang. Di odop ini, dari odop 1-3 yang bertahan rata-rata yang memang masih
mempunyai semangat tinggi dalam menghasilkan tulisan, nanti mungkin di
mingu-minggu pertama share link penuh, minggu-minggu berikutnya...wallohu alam.
Saya pengin tahu, alasan teman-teman mau jadi penulis apa ya?."
Peserta : “Kalau kita
bukan tokoh sejarah, setidaknya dengan kita menulis. Orang-orang akan mengenal
kita. Terus, terkadang kata-kata yang keluar dari ucapan cuma bisa kena satu
atau dua orang. Tapi tulisan bisa berpuluh bahkan berjuta – juta jiwa otak manusia."
Peserta : “Pada
awalnya ingin menulis pesan yang dapat bermanfaat dan membawa kebaikan khususnya
bagi diri yang menuliskan.”
Peserta : “Refreshing,
biar ga stress. Soalnya ada yang bilang, menulis itu bisa mengurangi
stress.”
Peserta : “Saya buat
nyari duit mbak, ini doang kayaknya pilihan karir kedepan.”
Narasumber : “Aku juga mau
nih...sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Pernah tidak nih teman-teman
kehabisan ide? biasanya ide teman-teman datang dari mana?."
Peserta : “Saya suka
fiksi, tapi lebih suka non fiksi kak 😂, ide datang
dari kisah sendiri, kisah yang pernah dilihat, dan didengar dari sekitar kak.”
Peserta : “Dari
banyak hal. Saat hujan, saat lihat orang di sekitar, saat berkhayal. Dll. Banyak
lagi. Mungkin ide gak pernah habis tapi cara menuangkan idenya yang kadang
mentok.”
Narasumber : “Nah ini sudah
pada tahu dapat idenya dari mana kan ya, mungkin kita sering mendapatkan ide tetapi
pas eksekusi macet di tengah jalan, dari pengalaman saya, biasanya saya ingin
cepat-cepat menyelesaikanisi cerita, jadi di paragraf satu dan dua, semua
informasi yang ingin disampaikan dalam cerita itu sudah di sampaikan maka, kita
kebingungan mau nulis apa lagi.”
Peserta : “Saya sih
punya formula buat bikin tulisan sesuai dan fokus, namun suka sulit nerapinnya,
tokoh + tujuan – halangan.”
Narasumber : “Mungkin kita
memang punya ide, tapi arah tulisan kita
itu masih belum jelas. misalkan mungkin kita belum punya tokoh yang kuat, inti
pesan yang mau di sampaikan apa, alurnya bagaimana, endingnya bagaimana. Biasanya
kita paling mudah menulis itu dari pengalaman pribadi ataupun cerita
sahabat-sahabat kita. Ide biasanya bisa di dapatkan dari hal-hal kecil di
sekitar kita. sendok, garpu, piring, bantal ataupun baju dan lain sebagainya. “Coba
pernah tidak bayangin, kalau kita makan tidak habis, nasi masih tersisa apakah
mungkin piring itu sedih?. Bagaimana kalau kita posisikan kita sebagai piring
itu, menceritakan seornag lelaki gembul yang doyan makan, tapi tidak pernah
habis. Itulah enaknya fiksi, kita bisa bikin cerita sesuai keinginan kita.”
Peserta : “Langsung
dapat inspirasi 😳”
Narasumber : “Nah ide
selanjutnya, seperti yang telah saya singgung, dari pengalaman pribadi. Tapi
jangan sampai jadi seperti tulisan curhat ya, biasanya pengalaman pribadi ini
jika pandai menceritakan akan sangat menyentuh hati pembacanya karena itu
benar-benar kita alami. Biasanya tulisan
yang ditulis dengan sepenuh cinta, mudah ngena di hati pembaca, ini diluar
unsur intrinsik tulisan ya. Menulis aja apa yang mau kita tulis, apalagi kita
posting di blog pribadi kita, jika bisa tetap membawa pesan yang baik kepada
pembacanya. Oya, saya kasih tahu di odop ini tidak ada yang namanya guru, kita
belajar bersama-sama otodidak, saling melengkapi satu sama lain, dari sinilah
tulisan kita-kita jadi berkembang itu gunanya di odop ini di adakan program
bedah tulisan, biar kita saling melengkapi kekurangan dalam tulisan kita, jadi
ke berikutnya tulisan kita semakin baik.”
Aku : “MasyaAllah....”
Narasumber : “Lanjuut yang
masih ada hubungannya dengan ide ya. Selain pengalaman pribadi dan benda-benda
di sekitar kita ide juga bisa datang dari Film, musik, buku yang kita baca usahakan
kita membaca berbagai genre buku, jadi tulisan kitapun tidak monoton, terserah
deh itu tulisan mau hasil pertamanya seperti apa. Saya biasanya ide dari
menonton itu saya bikin review, ceritakan uang manfaatnya. Maaf promosi tulisan
yang dituis setelah nonton film http://wiwid-nurwidayati.blogspot.co.id/2016/10/belajar-dari-lagu-shakira-try-everything.html.
Peserta : “Bagaimana
dengan fiksi kak?”
Narasumber : “Ini ada nasehat
dari teman untuk saya, tentang penulisan dalam kalimat fiksi
1.Pastikan kalimat dibuat sependek mungkin, maksimal kata dalam
satu kalimat adalah 16 kata.
2. Kalimat harus memiliki subjek
3. Tanda baca benar
4. Perhatikan! Biasanya yang memakai POV1 itu sering terkena
seranagan ku, mu.
5. Agar lebih hidup showingkan setiap hal yang terjadi. Biasanya
kita sering memakai kata, “Brak”, “Prang” mungkin ini bisa kita showingkan
menjadi “bunyi suara piring yang terdengar nyaring membuat tubuhku terlonjak.”
6. Banyak-banyak membaca. Biasanya kita akan sering mendapatkan ide
setelah membaca buku, mungkin dari satu kata atau satu kalimat yang terdapat di
sana."
Moderator : “Sudah malam,
terimakasih kak Wid atas ilmunya. Semoga Allah membalas kebaikanya.”
Alhamdulillah, keramaian dunia maya
malam itu telah disudahi, namun keramaian – keramaian selanjutnya juga masih
menanti karena ini masih hari pertama tantangan dimulai. Masih mau tau
kelanjutannya? Kalau iya tolong beri komentar dibawah ya :)


Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat