Suka Duka saat Bertransportasi
Bismillaah
Ketika mendapatkan tantangan review alat
transportasi umum di minggu kedua ikutan kelas non fiksi one day one post
serasa mendapatkan ujian akhir sekolah yang sedikit banyak membuat pikiran ini
tidak tenang saat belum mengerjakannya.
Bagaimana tidak? Saya yang sedari kecil
jarang diajak pergi jauh dari rumah, paling sering berpergian dengan dibonceng
sepeda motor, kalaupun pergi
sendiri saya lebih suka berjalan kaki
atau mengendarai sepeda untuk menuju tempat yang dituju. Maklum, orang pedesaan
terkenal mempunyai tenaga lebih dibanding orang perkotaan apalagi hanya dalam
urusan berpindah tempat. Hal ini dikarenakan pertimbangan dalam menghemat
pengeluaran biaya hidup, selain itu berpindah tempat tanpa bantuan mesin
digunakan sebagai sarana berolahraga yang mudah dan murah.
Namun, tidak dipungkiri gaya hidup
kekinian sudah merajalela memasuki pedesaan. Tidak sedikit warga pelosok yang
bela-belain kredit kendaraan bermotor agar tidak kalah dengan para tetangganya,
padahal untuk biaya makan sehari-hari masih pas-pasan.
Terlepas dari itu semua, saya yang
belum bisa mengendarai kendaraan bermotor masih lebih suka bepergian ke kota
menaiki mobil angkutan umum yang ada, karena saya tinggal di kabupaten dimana
angkutan umum yang melewati daerah dekat rumah adalah mobil angdes (angkutan
desa) itu. Ada juga jalur kereta api dimana stasiunnya berjarak 7 kilometer
dari rumah jika mau berpergian lebih jauh lagi.
Terkait alat transportasi, saya ingin mengutip
sedikit pengertian transportasi.
Transportasi adalah perpindahan manusia atau barang
dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia
dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Transportasi sendiri dibagi 3 yaitu,
transportasi darat, laut, dan udara.
Sampai hari ini, saya belum pernah merasakan bagaimana
serunya menaiki alat transportasi laut dan udara, semoga segera dimudahkan.
Aamiin.
Alhamdulillaah, semua transportasi darat yang tersebut diatas
sudah pernah kunaiki, untuk informasi tambahan saja, saya pertama kali naik
kereta api pada tahun 2017 ini karena diajak teman mengikuti pelatihan, sebuah
pengalaman berharga di tahun ini.
Dari pengalaman bertransportasi selama ini, kali ini saya
ingin menceritakan sedikit pengalaman menaiki angkutan desa.
Rute daerahku dilalui angkutan desa berwarna oranye dan hijau
muda. Warna oranye menuju Utara ke terminal Gadang di Kota Malang , sedangkan
warna hijau menuju Barat ke terminal Kepanjen di dekat stasiun kereta api tadi.
Saya lebih sering menaiki angdes berwarna oranye daripada
warna hijau, sebab tempat tujuan saya lebih banyak di kota malang, biasanya saya
mengikuti pelatihan atau kajian ke kota malang.
Tarif yang diberikan berbeda antara anak sekolah dengan masyarakat
umum, sebut saja dari terminal dekat rumah sampai terminal Hamid Rusydi daerah
Gadang untuk umum tujuh ribu rupiah sedangkan untuk pelajar lima ribu rupiah.
Namun
yang disayangkan, kadang para sopir tidak mengembalikan dengan pas apabila uang
yang disodorkan berlebih. Maka dari itu, jika ingin berpergian menaiki angdes
lebih sering saya siapkan terlebih dahulu uang pecahan untuk memudahkan
pembayaran. Biaya tersebut untuk jarak tempuh sekitar duapuluh kilometer. Murah
kan?
Selama berada di dalam angdes ini, saya lebih sering
merasakan mual dan pening karena tidak tahan dengan bau mesin kendaraan, belum
lagi bau asap rokok dari sopir maupun penumpang lain. Jadi selama ini , saya sering
berangkat lebih pagi dari jadwal acara untuk menghindari hal-hal tidak mengenakkan
tersebut.
Kadang, apabila acara yang dihadiri dibiayai instasi sekolah,
para peserta menyewa angdes ini untuk mengantar perjalanan kami sampai kembali
pulang. Cara seperti ini lebih menyenangkan karena selain terhindar dari bau-bauan
tak terduga tadi, juga menghemat waktu
perjalanan, sebab angkutan desa pada umumnya akan berangkat jika penumpang
sudah hampir penuh. Kebayangkan bagaimana lamanya jika saya menjadi penumpang
pertama di angkutan desa umumnya.
Mobil angdes oranye ini beroperasi sejak subuh hingga pukul
sembilan malam, sedangkan mobil angdes hijau beroperasi sejak subuh hingga
pukul empat sore, karena penumpang sudah jarang yang melalui jalur ini. Kalaupun
ada, mereka harus memilih ojek untuk tiba di tempat tujuan sebab para sopir
angdes hijau ini sudah tidak beroperasi setelah maghrib.
Itulah sedikit cerita tentang pengalaman menaiki mobil
angkutan umum di desa. Tidak banyak harapan yang kuminta, sebab bisa menempuh
perjalanan dengan selamat sudah menjadikan saya bahagia. Semoga kedepannya ada
perbaikan dalam sektor angkutan desa di Kabupaten Malang.
Wallahu ‘alam bi shawab
#onedayonepost
#nonfiksi
#reviewtransportasi



15 komentar
Yang paling tidak mengenakkan saat naik angkutan saat angkutan ngetem dengan lamanya
REPLYSemoga bisa cepat merasakan transportasi udara dan laut ya..
REPLYSemoga bisa cepat merasakan transportasi udara dan laut ya..
REPLYKalo saya hanya saat merantau saja menggunakan angkutan umum, didesaku malah gak ada angdes.
REPLYAamiin
REPLYTerimakasih kakak kakak
Eh samaan nih. Berarti ga hanya ditempatku aja yah
REPLYRumahku dekat pasar desa. Kalu di nenek juga ga ada rute kak
REPLYJadi kangen naik angkot. Terakhir naik angkot di Malang, jarak jauh dekat cuma 3000 ribu rupiah #udah lama banget
REPLYDi bekasi juga ada mobil seperti itu, namanya angkot (angkutan kota) ... Untuk hobinya yang suka ngetem lama dan jarang mengembalikan uang yang berlebih juga dialami di sini. Hehehe...
REPLYSemoga ga ngetem lama 😊
REPLYaku sekarang agak parno kalau mau naik angkot..gara-gara sering banget dengar berita kejahatan di angkutan umum..meskipun tidak semuanya sih
REPLYwuih selamat kak udah pernah naik angkot malang, sekarang naik seribu aja jauh dekat
REPLYwaduh ternyata, kirain hanya aku aja yang mengalaminya, hehe
REPLYkalau di kotanya lumayan cepet jalannya, beda di kabupaten, mungkin karena panjangnya rute yang ditempuh
REPLYsama sebenarnya kak, alhamdulillaah selama ini sampai tujuan dengan selamat
REPLYTerimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat