Menguak Kebenaran Penciptaan Manusia
Allah
subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
قَالُوا سُبْحَانَكَ
لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
Artinya
:
Mereka
menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa
yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui
lagi Maha Bijaksana". Al-Baqarah ayat 32
Ayat
itu Kita yakini sehebat apapun teori manusia, apapun teori itu... Sekali lagi
apapun teori itu... Kalau memang benar, sebenarnya bukan hasil teori manusia,
tapi hanya membuktikan kebenaran Hukum ketentuan Allah.
Dimulai
dari awal penciptaan manusia.
Firman Allah subhanahu wa ta’ala
dalam Surat Al-Baqarah ayat 30
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ
فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ
الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ
مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah
ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi.'" Mereka berkata, "Mengapa
Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji
Engkau dan menyucikan Engkau!" Tuhan berfirman, "Sesungguhnya Aku
mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.”
Melihat ayat ini Sebelum Allah menciptakan manusia, Allah telah
menciptakan para malaikat dan setan, serta alam semesta ini baru Allah
menciptakan manusia yang bernama Adam. Dan ketika Allah selesai menciptakan
alam semesta ini Allah mengatakan kepada semua makhluk bahwa akan Allah jadikan
Adam alaihissalam sebagai pemimpinnya
di bumi, sontak semua kaget, dan justru yang pertama "tidak terima"
adalah malaikat seolah-olah dia menyalahkan Allah, apa tidak pantas aku wahai
Allah bukankan manusia suka berbuat kerusakan dan mengalirkan darah? Mereka menyalahkan. Dan yang tambah parah lagi dia
menyombongkan diri dihadapan Allah kami lebih pantas dari manusia, kami selalu
bertasbih, memujaMu dan mensucikanMu. Namun apa yang Allah subhanahu wa ta’ala
firmankan, justru membela kita sebagai
manusia.
Kalau
begitu sudah pernah ada makhluk yang menjadi penghuni bumi sebelum nabi Adam diciptakan?
Masih
ingatkah ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di isra'
mi'rajkan oleh Allah?.
Apakah neraka sudah ada penghuninya dan surga juga sudah
ada penghninya? Tentu surga neraka belum ada penghuninya. Tapi biidznillah
telah diperlihatkan semuanya kepada Nabi Muhammad. Bahwa nanti begini begitu
dan seterusnya. Husnudzan saja kepada Allah, saat Allah mengatakan mau
menjadikan adam/manusia sebagai khalifah Allah pun seolah-olah memperlihatkan
kepada malaikat keadaan di bumi nantinya seperti ini dan itu, lalu malaikat
mengatakan seperti itu.
Jika
melihat ayat ini tidak dibenarkan ketika ada teori nenek moyang kita adalah
kera homosapien, pitikantropus erektus dan sebagainya.
Sekali
lagi teori manusia kalah dengan kekuasaan Allah, kalau manusia itu hanya
mengira-ngira, tetapi kalau Allah subhanahu wa ta’ala pasti terjamin kebenarannya.
Bagaimana
dengan fosil yang ditemukan para peneliti, apa ada hubungannya dengan ayat ini?
Dan
sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada
hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang
hina." (QS. Al-Baqarah: 65)
Ayat
itu terjadi pada Zaman Nabi Musa alaihissalam, dan sudah ada ketentuan
dari Allah agar disetiap hari sabtu untuk beribadah, namu mereka melanggar
aturan Allah, maka Allah mengadzab mereka menjadi kera dan meninggalpun masih
menjadi kera. Semua itu sebagai pelajaran bagi kita akan ketentuan dan
kekuasaan Allah.
Padahal
yang di adzab Allah tidak hanya 1 orang, dan saat terjadi penggalian fosil bisa
jadi Allah angkat tulang-tulangnya agar menjadi pelajaran bagi kita semua. Dan
diklaim oleh para penemu bahwa nenek moyang manusia adalah kera.
Biidznillah, mayat Fir'aun saja utuh, para hufadz pun jasadnya utuh walau sudah di
kubur, kera-kera yang Allah adzabpun Allah angkat lagi untuk membuktikan
kebenaran al-qur'an.
Adzab
Allah kepada manusia yang melanggar perintah Allah tidak berlaku ketika Nabi
Muhammad di utus ke bumi, kenapa?. Karena begitu cintanya Rasulullah pada
umatnya agar Allah mengampuni dan menerima taubatnnya sebelum ruh ini sampai di
tenggorokan. Dan Allah sendiripun menginginkan kita kembali dalam keadaan
islam.
Wallahu alam bi shawab


Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat