Wanita Suci Pilihan Nabi-bagian 1
Namanya Khadijah binti Khuwailid.
Sosoknya cantik dan anggun. Setelah ayah dan ibunya meninggal, saudara-saudara
Khadijah saling membagi harta kekayaan peninggalan keduanya. Namun, Khadijah sadar bahwa kekayaan dapat membuat
orang hidup menganggur dan berfoya-foya. Dia dikaruniai kecerdasan yang luar
biasa dan kekuatan sikap untuk mengatasi godaan harta. Maka dari itu, Khadijah
pun memutuskan untuk membangun kekayaannya sendiri berbekal warisan Ayahnya.
Tidak lama kemudian, Khadijah telah membuktikan bahwa kalaupun tidak mendapat
harta warisan, dia pasti mampu mendapatkan kekayaan itu dari hasil jerih
payahnya sendiri.
Dengan harta yang diperolehnya,
Khadijah membantu orang-orang miskin, janda, anak-anak yatim, dan orang orang
cacat. Jika ada seorang gadis yang tidak mampu, Khadijah menikahkan dan memberi
mas kawinnya. Khadijah lembut dan ramah. Walau menjadi pemimpin tertinggi dalam
menjalankan bisnis keluarga sepeninggal ayahnya, dia juga mau menerima
saran-saran dari orang lain. Khadijah tidak menyukai hubungan antara atasan dan
bawahan. Dia menganggap bawahannya sebagai rekan kerja yang pantas dihormati.
Khadijah sendiri selalu tinggal
dirumah. Karena itu, biasanya dia mempekerjakan seorang agen, jika sebuah
kafilah sedang dipersiapkan untuk pergi ke Luar negeri. Orang yang dipekerjakan
itu bertanggungjawab membawa barang-barang dagangannya untuk dijual ke pasar
pasar asing. Khadijah sangat teliti memilih seorang agen. Dia juga sangat lihai
merencanakan waktu keberangkatan kafilah dan tempat tujuannya sebab barang akan
terjual dengan cepat pada waktu dan tempat yang tepat.
Begitu suksesnya Khadijah sebagai
seorang saudagar, sampai sampai jika sebuah kafilah Quraisy berangkat dari
Mekah, bisa dipastikan lebih dari separuhnya adalah harta perdagangan milik
Khadijah. Dia seperti mempunyai sentuhan emas. Diibaratkan jika dia menyentuh
debu, debu ini akan berubah menjadi "emas". Karena itu penduduk Mekah
menjulukinya"Ratu Quraisy" atau "Ratu Mekah"
Namun, kalau hanya kekayaan yang
menjadi ukuran, tentu Allah tidak akan menjadikan Khadijah kelak sebagai istri
seorang rosul. Pasti ada sifat lain yang lebih utama yang membuatnya sepadan
dengan Muhammad. Apakah itu?
Khadijah mempunyai seorang paman
bernama Waraqah bin Naufal. Waraqah adalah sanak saudara Khadijah yang paling
tua. Dia sangat mengutuk kebiasaan bangsa arab Jahiliah yang menyembah berhala
sehingga menyimpang jauh dari yang diajarkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Waraqah sendiri adalah hamba Allah yang setia dan lurus. Dia tidak pernah
meminum minuman keras dan berjudi. Dia
murah hati terhadap orang orang miskin yang membutuhkan pertolongannya.
Khadijah sangat terpengaruh
pemikiran Waraqah bin Naufal. Khadijah juga sangat membenci berhala dan patung
patung sesembahan. Bersama beberapa keluarganya, Khadijah adalah pengikut setia
ajaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Jika mendengar ada seorang anak perempuan
akan dikubur hidup hidup. Waraqah dan Khadijah akan segera menemui sang Ayah
dan mencegah perbuatannya. Jika kemiskinan merupakan alasan rencana pembunuhan
itu, Khadijah dan Waraqah akan membeli anak itu dan membesarkanny seperti anak
kandung sendiri.
Sering kali beberapa waktu
setelah itu, ayah si anak menyesali perbuatannya dan mengambil putrinya
kembali. Waraqah dan Khadijah akan memastikan dulu bahwa anak itu akan diasuh
dengan benar dan disayangi, setelah itu barulah dia mengizinkan sang Ayah membawa
anak kembali.
Budi pekerti Khadijah yang agung,
santun, lembut dan penuh keteladanan ini membuat semua orang juga menjulukinya
sebagai Khadijah At Thahirah atau Khadijah yang suci. Pertama kalinya
dalam bangsa Arab seorang wanita dijuluki demikian, padahal orang Arab pada
masa jahiliah itu sangat mengagungkan laki laki dan merendahkan wanita.
Wallahu ‘alam bi shawab
Sumber : Buku Muhammad Teladanku
#30harimenulis
#hari1
#onedayonepost


Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat