Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Individu
![]() |
Secara umum perkembangan manusia selalu dipengaruhi oleh
faktor luar dan faktor dalam, faktor indogin dan faktor eksogin, faktor ekstern
dan faktor intern. Faktor manakah yang lebih kuat antara keduanya, tiap orang,
golongan atau faham, masing-masing memiliki perbedaan. Hal ini adalah karena
pendapat-pendapat mereka masih berdasarkan keyakinan belum berdasarkan
penelitian yang mendalam atau yang alamiah.
Setiap individu dilahirkan kedunia membawa heriditas
tertentu. Artinya karakteristik individu diperoleh melalui pewarisan dari pihak
orang tuanya. Karakteristik yang menyangkut fisik (seperti struktur tubuh,
warna kulit dan bentuk rambut) dan psikhis atau sifat-sifat mental (seperti
emosi, kecerdasan dan bakat).
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan
pertumbuhan individu para ahli berbeda pendapat juga lantaran sudut pandang dan
pendekatan mereka terhadap eksistensi individu tidak sama. Oleh karena itu
aliran-aliran yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan dan pertumbuhan individu akan dibahas sebagai berikut :
- Aliran Nativisme
tidak
berpengaruh. Adapun hasil pendidikan itu 100% tergantung pada pembawaan anak
didik sendiri. Lingkungan termasuk didalamnya pendidikan, tidak berdaya sama
sekali dalam mempengaruhi perkembangan anak. Sehingga anak jahat akan menjadi
jahat dan anak yang baik menjadi baik. Aliran nativisme berpendapat bahwa
sehubungan dengan perkembangan anak didik usaha pendidikan tidak dapat dipakai
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh pendidik.
- Aliran Empirisme
Kebalikan
dari aliran nativisme adalah aliran empirisme dengan tokoh utama John Locke
(1632-1704). Doktrin aliran empirisme yang amat mashur adalah “tabula rasa”
sebuah istilah bahasa latin yang berarti batu tulis kosong atau lembaran
kosong. Doktrin ini menekankan arti penting pengalaman, lingkungan, dan
pendidikan dalam arti perkembangan manusia itu semata-mata bergantung pada
lingkungan dan pengalaman pendidikannya, sedangkan bakat dan pembawaan sejak
lahir dianggap tidak ada pengaruhnya, dalam hal ini para penganut menganggap
setiap anak lahir seperti tabularasa dalam keadaan kosong, tak punya kemampuan
dan bakat apa-apa maksudnya hendak menjadi apa seorang anak kelak tergantung
pada pengalaman/lingkungan yang mendidiknya. Menurut aliran tabula rasa,
perkembangan anak 100% bergantung pada pengaruh luar yang disebut dengan
lingkungan.
- Aliran yang hampir bersamaan dengan aliran nativisme ialah aliran yang
Berdasarkan
konsepsi yang dikemukakan oleh JJ. Rousseau seorang filsuf bangsa perancis,
1712-1778 dengan aliran naturalismenya. Menurut pendapat Rousseau dalam bukunya
Emile bahwa “Semua anak adalah baik pada waktu baru datang dari Sang Pencipta,
tetapi menjadi buruk ditangan manusia.” Pendidikan yang diinginkan Rousseau
hendaklah dimulai dengan mempelajari perkembangan anak. Anak tidak boleh
dianggap sebagai manusia dewasa yang kecil karena anggapan yang demikian
mengabaikan tahap-tahap perkembangan yang berbeda dimana didalamnya ada
daya-daya khusus yang perlu dikembangkan secara alamiah.
- Aliran Konvergensi
Aliran
konvergensi (convergence) merupakan gabungan antara aliran empirisme dengan
aliran nativisme. Aliran ini menggabungkan arti penting hereditas (pembawaan)
dengan lingkungan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan
manusia. Tokoh utama konvergensi bernama LouisWilliam Stern (1871-1938),
seorang filosof dan psikolog Jerman.
Berdasarkan aliran-aliran doktrin filosofis diatas maka
kita dapat berkesimpulan bahwa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya mutu
perkembangan individu berupa faktor intern dan faktor ekstern.
Faktor intern yaitu faktor yang ada dalam diri anak itu
sendiri dan pembawaan psikologis tertentu yang turut mengembangkan dirinya
sendiri, yang mencakup hereditas atau keturunan.
Hereditas atau keturunan merupakan aspek individu yang
bersifat bawaan dan memiliki potensi untuk berkembang, hal ini tergantung pada
kualitas hereditas dan lingkungan yang mempengaruhinya.
Faktor hereditas yang dianggap mempengaruhi perkembangan
anak adalah sebagai berikut :
Ø Faktor fisik, sebagian merupakan bawaan
yang tidak adapat diubah, tetapi sebagian ditentukan oleh pemeliharaan ketika
kehamilan, gizi, olah raga dan kesehatan umum.
Ø Jenis kelamin, berpengaruh pada
kemampuan kognitif, keterampilan dan sikap
Ø Kesehatan, terutama penyakit turunan
Ø Kecerdasan, yang berbeda bagi setiap
orang
Ø Bakat, yaitu kemampuan khusus yang
dimiliki seseorang tanpa tergantung pada latihan. Orang akan lebih berhasil
jika belajar sesuai dengan bakatnya.


Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat