Keramaian di Dunia Maya Part 4
“Apapun bisa jadi ide tulisan. Bahkan
nggak ada ide menulis pun, adalah sebuah ide tulisan...” Tegur Bang Syaiha
dikala Sabtu pagi itu. Lagi – lagi, sebuah surprise datang mengawali
keramaian lalu lintas sosial media – grup whatsapp teramai sepanjang pekan –
dari seorang Abang yang rela menyayangi adik – adik mayanya.
“Duh bang syaiha ini memang
inspiratif. Tulisan saya yang judulnya "Menulis Apa?" Salah satunya
terinspirasi chat bang syaiha.” Celetuk Nisa menimpali.
“ Sudah menulis kah hari ini?? Daripada sosmedan 15 menit, atau curhat di
dinding ratapan sosmed mending buat tulisan. Saya
rasa masih ada teman-teman yang ketinggalan. Mungkin bisa menyusul. Gak perlu
merasa tertinggal ya. Gak enak kan rasanya kalau tertinggal sendiri. Apalagi
kalau saat ujian, paling terakhir pulangnya. Teman-teman yang ketinggalan, bisa
menyusul. Kalau malu tanya di sini, bisa japri para admin yg baik hati.” Tegur Kak
Tran sambil tersenyum kemudian.
Tegur sapa seperti itulah yang
membuat semangat para peserta kelas ini tetap terjaga, meskipun kadang ada juga
yang merasa terganggu karenanya, but overall it’s ok!.
“Teman-teman di sini bidangnya
berbeda-beda . Keahliannya pun berbeda. Gak ada manusia yang gak punya
keahlian. Setiap manusia pasti punya skill / keahlian masing-masing.
Teman-teman semua unik Saya hadir di
sini bukan sebagai seorang guru. Saya hanya seorang teman yang akan menemani
perjalanan menulis teman-teman semua. Di sini teman-teman juga masuk gak
dipungut biaya. Niat founder ODOP Bang Syaiha begitu positif dan mulia. Beliau
terus mendorong kami untuk terus menulis di sela-sela kesibukan kami.” Kata Kak
Tran saat mengawali materi spesialisasi blog malam sebelumnya.
Aku yang sedari awal bergabung sudah
ketagihan dengan keramaian ini, turut merasakan
pengaruh positif dari semangat yang ditebar para manusia pilihan disini. Setelah
serangkaian materi penunjang kemampuan menulis dengan media blog dibagikan,
mereka juga masih rela meluangkan waktu untuk sekedar memantik semangat tim
barunya. Ucapan syukur pun turut menyertai.
"Wah, kalau Nakmas tidak tahu
tulis-menulis seperti ini, di wilayah ini Nakmas tidak akan dihargai sama
sekali. Meski tampang ganteng begitu, tapi tidak suka menulis, apalagi sama
sekali belum pernah bikin karya meskipun sekedar puisi, maka tidak akan ada
cewek yang bakal naksir Nakmas." Seru kak Wakhid di tengah keramaian.
Sontak para peserta kelaspun merasa
terkaget-kaget, apalagi yang statusnya masih anak-anak baru gede, eh. Sesuai
namanya, seorang Wakhid ini seperti punya janji untuk terus menjadi yang
pertama dalam hal kebaikan, salah satunya ketika mempublikasikan link hasil
karyanya. Apa yang dikatakannya itu adalah salah satu cuplikan dari karya
fenomenalnya, sedang promosi ceritanya.
Bejibun promosi karya tulis lainnya
pun turut tayang ditengah-tengah keramaian, memang sesuatu yang menguntungkan
itu harus sering-sering ditiru, setuju kan?


Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat