Keramaian di Dunia Maya Part 6
Narasumber : “Filosofi hidup
saya, ‘Bagaimana hidup bermanfaat bagi
orang lain.’ Ini saya jalani dengan banyak
kegiatan sosial."
Penanya : “Di blog
bapak menyebutkan ‘usia yg tdk muda lagi’. Kalau boleh saya tahu, berapa usia
bapak ya? Krn awal gabung di sini, saya udah keder duluan lihat semua pada
muda-muda yg gabung di sini, sementara saya sudah menjelang 50.”
Narasumber : “Saya berusia 60
tahun.”
Penanya : “Jenis
tantangan apa yang disukai Bapak ketika menulis?”
Narasumber : “Saya menyukai
semua jenis tantangan. Karena dari sinilah kita dituntut untuk belajar tentang
apa saja.”
Penanya : “Saya juga
suka membaca novel pak, membaca apapun yang bisa saya baca asalkan itu positif.
Pertanyaan saya, apa yang harus saya lakukan agar bisa seperti bapak? Apakah Bapak
mempunyai cara khusus?”
Narasumber : “Mengelola waktu
dengan baik. Saya banyak menulis di waktu malam, karena siang hari banyak
kegiatan.”
Penanya : “Pak Suparto,
kenapa bisa bilang kalau ODOP adalah bagian hidup? Padahal kan baru 2 tahun ya.
Terus, kesibukan bapak selain menulis, apalagi? pingin belajar mengatur waktu."
Narasumber : “Karena Odop
sudah seperti jiwa saya. Melalui Odop kita melahirkan karya. Kesibukan saya
saat ini. Anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal, Ketua dua
organisasi sosial di tingkat RW dan Kelurahan, Wakil ketua Perhimpunan
Donor Darah Indonesia Kabupaten Sragen,
dan beberapa lagi.”
Penanya : “Sedari kecil
saya suka berkhayal dan pendiam, tapi egois karena suka asik dengan khayalan
sendiri. Malas membaca tulisan orang lain. Nah, bagaimana cara menghilangkan
belenggu seperti ini agar khayalan-khayalan ini menjadi tulisan yang bermanfaat
bagi orang lain?”
Narasumber : “Beri contoh
dari diri kita. Jelaskan betapa indahnya hidup dengan banyak membaca. Sabar.
Saya bikin slogan TetapSemangat TerusBerkarya. Inilah perlunya Odop. Agar kita terkondisikan untuk terus berusaha
dan 'dipaksa' menulis. Kesulitan demi demi kesulitan secara berangsur akan
teratasi. Ibarat kita belajar naik sepeda waktu kecil dulu. Sering jatuh. Tapi
kita mencoba bangun sendiri dengan cara kita sendiri kan?”
Moderator : “Seharusnya
para pemuda dan pemudi lebih semangat dan giat lagi dlm berkarya~ maasya
Allaah. Salut dah”
Ditengah keramaian, tiba-tiba muncul
sosok Abang Syaiha memberikan klarifikasi tentang keunikan Pak Suparto ini. “Saya ingat betul,
pak Parto ini, saking inginnya gabung di ODOP dulu, sampai udah ngODOP sebelum
pendaftaran ODOP dibuka. Sudah berteman
dengan saya, menyetorkan tulisan, dan sebagainya.” Ungkapnya.
Bersambung....


Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat