Keramaian di Dunia Maya Part 7
“Kita sudah melahirkan karya,
sekecil apapun. Seperti kata Bang Syaiha : ‘Teruslah menulis untuk keabadian.
Kelak, tulisan itu akan menemukan nasibnya.’ Saya
kaget ketika membuka Google Statistic, tulisan saya di Blog itu sekarang banyak
dikunjungi pembaca. Tiap hari rata-rata ada 100-200.” Ungkap Narasumber
kemudian.
Sebelum kelas ditutup, sang
narasumber memberikan tips bagi adik – adiknya agar tetap bertahan di kelasitu.
Tips bertahan di ODOP.
- Menjadikan Odop sebagai tempat belajar, berlatih dan menempa diri menjadi penulis.
- Media berinteraksi dengan banyak teman yang memiliki aneka latar belakang, karakter, dan keistimewaan.
- Mengikuti dan memenuhi semua ketentuan, tugas, tantangan dengan sadar dan senang.
- Punya niat baik dan tekad kuat. Mendisiplinkan diri dan mengatur waktu dengan baik.
- #TetapSemangat. #TerusBerkarya
“So, dari kelas Pre ODOP ini,
teman-teman sekiranya punya gambaran, apa dan bagaimana ODOP. Pertanyaannya
adalah apakah siap untuk melanjutkan Kelas di ODOP?. Bagi yang siap, ayo
kuatkan tekad dan semangat kalian.” Seru moderator sesaat sebelum acara diakhiri.
“Alhamdulillah, tidak terasa kelas
Pre-ODOP sudah selesai, semoga bisa membekali teman-teman sekalian dalam tahap
selanjutnya di Komunitas ODOP ini.” Sapa kak Kifa selanjutnya.
“Mumpung belum close: ‘Sing penting
nulis, rèk. Salah bener urusan mburi.’ Jangan sampai alpha tidak menulis!. Nanti,
tulisan kita akan membaik dengan sendiri, seiring rajin menulis. Hari minggu,
gali ide sebanyak-banyaknya!” Tegur kak Heru.
Beginilah cuplikan keseruan detik-detik
terakhir kelas Pre-ODOP. Meskipun kondisi sedang hujan di dunia nyata, aku
merasakan pantikan motivasi yang mampu membakar semangat jiwa sehingga suhu
dingin akibat hujan yang turun terasa biasa saja.
Jam menunjukkan pukul sebelas malam
ketika handphone menerima pesan terakhir kala itu. Kurebahkan tubuh ini
setelah melakukan persiapan pembaringan, namun keramaian grup itu masih
terngiang-ngiang dalam ingatan. Waktu terus berputar – tantangan mulai terpampang nyata – nama grup sudah dirubah – dunia nyata
versus dunia maya - mampukah aku
melakoninya?
Mungkin terlihat cengeng bagi orang
lain, tapi beginilah kenyataannya. Tetap menantang diri bergabung dengan grup
ini ditengah kerumitan dunia nyata yang sedang dihadapi adalah hal yang sedikit
banyak turut menguras pikiran dan tenaga. Tapi kembali lagi, disinilah kutahu
kerumitan itu tidak dilakukan sendiri, masih banyak orang lain yang lebih rumit
tugas hidupnya mampu melewati tantangan demi tantangan, sebut saja narasumber
tamu malam itu. Karena hanya Allah yang mampu memudahkan segalanya, yang telah
mempertemukan dengan manusia-manusia pilihan meski masih hanya di dunia maya. Intinya,
jaga niat untuk terus bermanfaat. Semangat!
Terlelap dalam gelap bersama harap.
Bagaimana bisingnya keramaian dunia mayaku esok ?
Bersambung . . . .


Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar. Semoga bermanfaat